Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Berjangka Makin Tertekan Isu Tapering Fed

Antara , Jurnalis-Kamis, 30 September 2021 |07:34 WIB
Harga Emas Berjangka Makin Tertekan Isu Tapering Fed
Harga emas berjangka anjlok (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Harga emas berjangka kembali melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Harga emas jatuh ke level terendah dalam tujuh minggu tertekan oleh reli dolar naik dan ekspektasi bawa Federal Reserve AS dapat segera mulai mengurangi langkah-langkah dukungan ekonominya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot USD14,6 atau 0,84% menjadi ditutup pada USD1.722,90 per ounce. Apresiasi dolar membatasi kenaikan emas, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Goceng Jadi Rp913.000/Gram

"(Jika) pasar saham menjadi tidak stabil lagi, emas dapat melihat permintaan safe-haven yang lebih baik memasuki bulan Oktober yang penuh gejolak secara historis," tambah Wyckoff.

Dolar, "safe haven" alternatif, menguat ke level tertinggi satu tahun terhadap mata uang saingannya, meskipun kebuntuan di Washington atas plafon utang AS mengancam akan menjerumuskan pemerintah ke dalam penutupan.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Anjlok ke Level Terendah dalam 7 Pekan

Jika pemerintah mulai ditutup, itu bisa mengangkat emas dan perak karena daya tarik safe-haven mereka, Wyckoff menambahkan.

Memberikan sedikit kelonggaran untuk emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun berkurang, meskipun bertahan di atas 1,5%, level yang tidak terlihat sejak akhir Juni, masih menjadi tantangan bagi emas.

Imbal hasil telah meningkat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh The Fed, yang dapat diterjemahkan menjadi lebih banyak kerugian untuk emas, kata analis FXTM Lukman Otunuga, karena hal itu akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Presiden Fed Bank Philadelphia, Patrick Harker mengatakan "akan segera waktunya untuk memulai secara perlahan dan metodis" melakukan pengurangan pembelian obligasi.

Emas mungkin dipengaruhi oleh pidato dari para gubernur bank sentral serta angka Agustus untuk pengukur inflasi pilihan Fed, Otunuga menambahkan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 98,2 sen atau 4,37%, menjadi ditutup pada USD21,485 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD14,9 atau 1,55% menjadi ditutup pada USD947 per ounce.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement