Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Indeks Dolar AS Tergelincir dari Level Tertinggi

Antara , Jurnalis-Jum'at, 01 Oktober 2021 |07:24 WIB
Indeks Dolar AS Tergelincir dari Level Tertinggi
Dolar AS melemah (Foto: Okezone)
A
A
A

Untuk bulan ini (September), dolar berakhir naik 1,7%, kenaikan bulanan kedua berturut-turut. Untuk kuartal ketiga, dolar naik 2,0%.

Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Forex, dalam sebuah catatan penelitian menulis bahwa "suasana konsolidasi terbukti" setelah lonjakan dolar pada Rabu (29/9/2021).

Penguatan dolar baru-baru ini terjadi meskipun ada kebuntuan politik di Washington atas plafon utang AS yang mengancam akan menutup sebagian besar pemerintahan.

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan berdiri di 1,524%, bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan yang dicapai Selasa (28/9/2021) di 1,567%.

Dolar mencapai 112,07 yen, tertinggi sejak Februari 2020. Terakhir turun 0,5% pada 111,36 yen,%tase penurunan harian terbesar sejak pertengahan Agustus.

Namun, untuk September dolar membukukan kenaikan 1,2% versus yen, dan kenaikan 0,4% yang lebih moderat untuk kuartal ketiga.

Euro melemah 0,1% pada 1,1586 dolar, setelah sebelumnya mencapai 1,1563 dolar, terendah sejak Juli 2020.

Mata uang tunggal Eropa anjlok 1,9% terhadap dolar untuk bulan ini (September) dan 2,2% lebih lemah untuk kuartal ketiga.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko menguat 0,8% menjadi 0,7232 dolar AS, setelah anjlok 0,9% semalam, karena harga bijih besi reli menjelang liburan Golden Week di tujuan perdagangan utama Australia, China.

Sedikit peningkatan dalam sentimen risiko keseluruhan setelah hari-hari suram terlihat di pasar uang kripto, dengan Bitcoin naik 5,7% menjadi 43.929 dolar dan Ether melambung 6,2% menjadi 3.028 dolar. Kedua koin jatuh antara 20% dan 27% dari puncaknya di September.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement