JAKARTA - PT Provident Agro Tbk (PALM) menjual seluruh saham anak usahanya, PT Mutiara Agam (MAG) pada tiga pihak. Adapun nilai transaksi penjualan saham sebesar Rp502,50 miliar.
Sekretaris Perusahaan PT Provident Agro Tbk Lim Na Lie mengatakan, penjualan anak usaha ini membuat hilangnya potensi pendapatan yang akan dikonsolidasikan ke dalam perseroan yang sebelumnya diperoleh dari MAG.
“Selain itu ada akan hilangnya potensi dividen bagi Perseroan dari MAG setelah transaksi dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Provident Agro Buyback Saham Rp38,48 Miliar
Adapun tiga pihak yang bertindak sebagai pembeli saham MAG disebutkan Liem terdiri dari; PT Global Indo Bersaudara, PT Duta Agro Makmur Indah dan Lembang Jaya Agro Perkasa. Asal tahu saja, para penjual dan para pembeli sedang dalam proses untuk memenuhi persyaratan pendahuluan dengan target pelaksanaan rencana transaksi yang jatuh paling lambat pada tanggal 30 November 2021 atau tanggal lainnya yang dapat disetujui secara tertulis oleh para pihak.
Selanjutnya sebagai perusahaan publik, Provident Agro akan meminta persetujuan pemegang saham independen terkait rencana transaksi tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan digelar pada 9 November 2021.
PALM memiliki sebanyak 115.498 lembar saham MAG. Jumlah ini setara dengan 99,99% dari seluruh modal disetor dan ditempatkan MAG yang dimiliki perseroan. MAG sendiri merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki lahan HGU seluas 8.625 hektare yang berlokasi Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dengan transaksi penjualan asset tersebut, perseroan akan memperoleh tambahan pendanaan yang dapat digunakan untuk memperkuat arus kas dan permodalan perseroan dan entitas anak dan/atau untuk memberikan keuntungan lebih bagi investasi yang selama ini telah dilakukan oleh para pemegang saham, termasuk pemegang saham publik, yang dapat dilakukan dengan cara pembagian dividen baik interim atau final dan/atau pembelian kembali saham dari para pemegang saham.
Selain itu, dengan melepas aset tersebut, maka akan membawa dampak pada kondisi keuangan perseroan. Pasalnya, MAG merupakan anak usaha yang memberikan kontribusi pendapatan lebih dari 20% dari total pendapatan PALM. Sebelumnya perseroan juga menjelaskan, butuh waktu dalam proses audit laporan keuangan yang menjadi alasan belum disampaikannya laporan keuangan perusahaan untuk Maret dan Juni 2021.
Disampaikan Lim seperti dikutip bisnis, perseroan tengah melakukan audit laporan keuangan per Maret 2021. Proses audit oleh akuntan dari pihak independen itu, maka dibutuhkan waktu yang lebih panjang sebelum menyajikan laporan keuangan perusahaan kepada publik. "Laporan keuangan per Maret 2021 PALM, sedang diaudit. Belum diterbitkan karena proses audit yang membutuhkan waktu," ungkapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.