Share

Berapa Sih Modal Bangun Klinik PCR?

Azhfar Muhammad, MNC Portal · Jum'at 29 Oktober 2021 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 455 2493859 berapa-sih-modal-bangun-klinik-pcr-YgIaHozeBs.jpeg Modal membangun klinik PCR (Foto: Okezone)

JAKARTA – Klinik tes PCR menjadi peluang bisnis baru pada masa pandemi covid-19. Apalagi, kini tes PCR menjadi syarat bepergian menggunakan angkutan udara.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Randy Teguh memprediksi modal pengusaha dalam membangun klinik atau laboratorium untuk PCR.

Baca Juga: Harga Tes PCR Dinilai Mahal, Wagub Riza Bereaksi

Randy mengungkapkan perkiraan modal untuk membangun dari pada klinik kesehatan Swab Antigen atau tes PCR berkisar di angka Rp1 hingga Rp2 miliar.

“Tentunya untuk yang bisa membangun Lab atau klinik itu harusnya asosiasi persatuan asosiasi lab klinik kesehatan khususnya dalam pembukaan lab PCR itu harus memenuhi beberapa standar,” kata Randy saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (29/10/2021).

Baca Juga: Instruksi Mendagri: Hasil Tes PCR Kini Berlaku 3x24 Jam

Randy menyebut dalam membangun klinik Laboratorium harus ada standarisasi membangun layanan klinik seperi (Bio Safety Level) atau BSL dan ada beberapa tingkatan regulasi Pemerintah.

“Saya mendengar beberapa kali dari teman lab cukup lumayan sih. Jadi harus ada investasi, jadi ya kalau dikalkulasikan perkiraannya bisa mencapai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar Karena itu harus High flow aliran udara yang tinggi,” ujarnya.

Dari segi infrastruktur semua harus ada izin dari Menteri kesehatan terkait obat, alat dan semua layanan yang ada harus sudah punya izin resmi kementerian kesehatan.

“Alat kesehatan harus ada izinnya mau impor mau ekspor harus ada izin edarnya. Jadi nomor izin yang menentukan yang memenuhi standar alat lab secara internasional, dari siapa pendistribusian alat klinik tersebut,” paparnya.

Sebagai informasi, alat pengetesan reagent dan pelengkap lainnya hanya mencapai setengah dari harga keseluruhan. Artinya, jika tarif PCR seharga Rp150 ribu di negara asal, setelah diimpor dan masuk Indonesia, harganya menjadi Rp300 ribu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini