2. Tessa Wijaya
COO (Chief Operating Officer) Xendit
Asal: Indonesia
Usia: 40 tahun
Tessa bergabung dengan perusahaan start-up, Xendit pada 2016. Dua tahun kemudian, ia menjadi chief operating officer sekaligus mendapat gelar sebagai salah satu pendiri. Sebelum bekerja di Xendit, Tessa menghabiskan enam tahun di private equity, mempelajari keterampilan yang baginya akan membantunya mengembangkan usaha rintisan.
Pada September, Xendit telah menjadi start-up unicorn (perusahaan start-up besar) setelah mengumpulkan USD150 juta atau Rp2,1 triliun dalam pendanaan seri C yang dipimpin Tiger Global Management. Xendit pun telah merambah jalan ke luar Indonesia dan memasuki pasar Filipina pada Desember lalu.
Tessa berharap, Xendit dapat memperluas jangkauannya ke Malaysia, Singapura, dan Vietnam dalam dua tahun ke depan serta menawarkan pinjaman modal kerja dalam waktu dekat.
Dari Januari hingga September tahun ini, start-up tersebut membukukan total volume pembayaran sebesar USD10 miliar atau Rp142 triliun, naik hampir empat kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Tessa sendiri memprakarsai program Women in Tech Indonesia, platform untuk pengusaha wanita dan profesional teknologi berbagi pengalaman dalam lokakarya dan forum digital.
Bersama Marina dan Tessa, beberapa di antara 20 wanita dalam daftar tersebut, termasuk Cao Xiaochun, Pimpinan Hangzhou Tigermed Consulting di China, Keiko Erikawa, Kepala Eksekutif Koei Tecmo di Jepang, dan Meena Ganesh, salah satu pendiri dan kepala di Portea Medical di India.
(Dani Jumadil Akhir)