Share

Tak Terganggu Isu PCR, Erick Thohir Berhasil Bawa Investasi UEA Rp457 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 05 November 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 320 2497187 investasi-rp457-triliun-erick-thohir-sebut-uea-percaya-pertumbuhan-ekonomi-ri-yang-besar-ngGsC4Q1zt.jpg Erick Thohir soal Investasi UEA (Foto: Dok BUMN)

JAKARTA - Indonesia dan Uni Emirate Arab (UEA) sepakat menguatkan kerja sama bilateral di sektor ekonomi. UEA menyalurkan investasi sebesar USD32,7 miliar atau sekitar Rp457 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir meyakini komitmen baru UEA investasi dengan menggelontorkan nilai investasi jumbo di Indonesia akan memajukan infrastruktur vital dan proyek-proyek strategis nasional.

Di mana, modal yang akan digunakan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan begitu, prospek masa depan ekonomi Indonesia membaik, terutama di sektor-sektor industri yang dikelola BUMN.

"Kepercayaan pemerintah dan kalangan pengusaha UEA akan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang besar itu mendukung keinginan kita membangun infrastruktur vital dan strategis dengan modal, bukan utang," ujar Erick, Jumat (5/11/2021).


Baca Juga: RI Kantongi Komitmen Investasi Rp504,4 Triliun di UEA

Erick mencatat, mayoritas investasi itu akan dialokasikan ke berbagai BUMN dan mendukung prioritas strategis Kementerian. Komitmen investasi ini menunjukkan Erick Thohir tidak terganggu isu PCR.

Dari potensi investasi USD32,7 miliar, sebanyak USD18 miliar akan dialokasi kepada PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan PT Pelindo (Persero).

Hal itu bertujuan untuk mendukung transformasi ketiga BUMN dalam melakukan percepatan investasi, inovasi model bisnis, dan pengembangan teknologi.

Kementerian BUMN mencanangkan beberapa proyek besar terhadap ketiga BUMN itu. Antara lain, Pembangunan energi terbarukan untuk Indonesia bersama PLN, revitalisasi refinery Pertamina yang akan meningkatkan kapasitas dan refineries di Indonesia, lalu pengembangan infrastruktur pelabuhan di seluruh kepulauan Indonesia melalui Pelindo dan pembangunan digital competitiveness.

"Melihat minat dan komitmen besar sejumlah investor global dan negara ke Indonesia harus dijawab dengan mempersiapkan SDM kita, sebagai human capital sehingga investasi dana dan modal ini bisa mencapai sasaran. Kita juga harus membenahi biaya logistik kita yang masih tinggi," ujar Erick Thohir.

Komitmen investasi itu diperoleh usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, UEA, Rabu kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini