Genjot Ekspor Perhiasan dan Makanan Minuman, Misi Dagang Indonesia di Persatuan Emirat Arab Raih Transaksi Besar

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 08 November 2021 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 320 2498759 genjot-ekspor-perhiasan-dan-makanan-minuman-misi-dagang-indonesia-di-persatuan-emirat-arab-raih-transaksi-besar-vAFevqJ0CL.jpg Foto: istimewa

JAKARTA - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), menggelar agenda Misi Dagang dalam bentuk Indonesia โ€“ UAE Business Forum di Hotel Pullman Dubai, Creek City Center, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA) pada Minggu 7 November 2021.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhy Lukman, Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), Eddy Yahya, Chairman of Dubai Gold and Jewellery Group, Tawhid Mohammad Taher Abdulla Al Mohtadi, serta sejumlah eksportir dan importir produk perhiasan dan makanan minuman dari Indonesia dan PEA. Dari Indonesia, setidaknya 13 (tiga belas) pengusaha makanan dan minuman, serta 4 (empat) pengusaha perhiasan turut hadir.

Baca juga:ย Ekspor Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2021

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk PEA, Husin Bagis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra bisnis, buyer, dan importir produk perhiasan dan produk makanan minuman di PEA yang sampai saat ini masih setia untuk membeli produk Indonesia.

"Saya berharap para pelaku usaha yang hadir dalam Business Forum ini dapat mengeksplorasi produk-produk potensial dari Indonesia lainnya demi terjalin hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," kata Husin.

Baca juga:ย Tingkatkan Ekspor, Ini Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Agenda Business Forum ini ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk pembelian produk perhiasan antara 4 (empat) Produsen perhiasan di Indonesia dengan 4 (empat) buyer perhiasan di PEA, dengan nilai transaksi mencapai USD 180 juta (atau sekitar Rp. 2,56 triliun).

โ€œHal yang patut menjadi catatan adalah bahwa dalam 18 bulan terakhir, di tengah situasi sulit pandemi ketika banyak hubungan kerja sama antar-negara menurun, tapi kerja sama Indonesia dan PEA justru meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi bukti kuatnya hubungan kedua negara," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini