“Untuk membiayai capex tersebut, kami merencanakan untuk mengeluarkan obligasi pada kuartal kedua 2022”, ujar Benny.
Benny menambahkan bahwa, perolehan kontrak baru per Oktober 2021 telah mencapai Rp4,8 triliun meningkat sebesar 129% YoY dari Rp2,1 triliun, periode yang sama tahun lalu dan melampaui target 2021 sebesar 133%, yang mana 49% merupakan kontrak jasa pertambangan.
“Dan diprognosakan akan mencapai Rp5,3 triliun hingga Desember 2021. Sedangkan Revenue & Ebitda diprognosakan masing-masing mencapai sebesar Rp3,1 triliun dan Rp940 miliar,” tutup Benny.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.