3 Pegawai Pajak Diduga Terlibat Korupsi, Ada yang Punya Harta Rp18 Miliar!

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 320 2500853 3-pegawai-pajak-diduga-terlibat-korupsi-ada-yang-punya-harta-rp18-miliar-8GidfP7aLC.jpg Pegawai Pajak Terlibat Korupsi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Juru bicara KPK Ali Fikri mengirimkan surat kepada Ditjen Imigrasi untuk melakukan penyelidikan terhadap nama-nama yang terkait kasus suap pajak pada tahun 2016 dan 2017.

Beberapa pihak yang diselidiki terkait dengan hal ini adalah Angin Prayitno Aji, bersama dengan Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah profil singkat ketiganya,Jumat (12/11/2021):

Angin Prayitno Aji

Sejak Januari 2019, Angin menjabat sebagai Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Di tahun sebelumnya, Angin pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap KPP Ambon. Pada 8 Februari 2021 hingga 5 Agustus 2021, Ditjen Imigrasi telah melarang Angin Prayitno dan beberapa rekannya untuk bepergian ke luar negeri guna menjalani penyelidikan dugaan tindak suap pajak di Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga telah menegaskan untuk membebastugaskan oknum yang diduga turut terlibat.

Baca Juga: Pegawai Ditangkap KPK, Ditjen Pajak: Seharusnya Tidak Terjadi

Angin Prayitno sendiri diketahui pernah melaporkan harta kekayaannya (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) ke KPK secara teratur. Laporan pertamanya dibuat pada 16 Juni 2010, saat ia masih menjabat sebagai Kakanwil Ditjen Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara. Ketika laporan hartanya berjumlah Rp 10,3 miliar. Adapun laporan LHKPN terakhirnya disetor pada 28 Februari 2020, dengan jumlah Rp 18,6 miliar.

Wawan Ridwan

Wawan Ridwan, salah seorang aparatur sipil negara di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, ditangkap pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalankan proses pemeriksaan pada Kamis (11/11/2021). Ia merupakan Supervisor Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak/Kepala Pajak Bantaeng, Sulawesi Selatan sampai dengan Mei 2021.

Baca Juga: Kepala Kantor Pajak Bantaeng Digelandang ke KPK Usai Ditangkap di Sulsel

Sebelumnya, juru bicara KPK Ali Fikri menilai tindakan Wawan Ridwan kurang kooperatif selama proses penyelesaian penyidikan perkara dugaan suap pajak pada 2016-2017. Penangkapannya ini dilakukan sejalan dengan penyelidikan kasus suap perpajakan yang menyeret Direktur Ekstentifikasi dan Penilaian DJP Angin Prayitno Aji.

Tindak suap ini berjalan dengan bantuan tim pemeriksa pajak pada Direktorat P2 Ditjen Pajak, salah satunya adalah Wawan Ridwan. Berdasarkan laporan kekayaannya, yang diakses lewat situs resmi LHKPN, Wawan Ridwan diketahui melaporkan harta kekayaannya pada 24 Februari 2021. Ia memiliki jumlah harta kekayaan sebesar Rp 6,07 miliar.

Dengan rincian harta tanah dan bangunan sebesar Rp 4,7 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp 523 juta, harta bergerak lainnya Rp 619 juta, serta kas senilai Rp 164 juta. KPK juga diketahui melakukan upaya paksa penahanan tersangka untuk memudahkan penyelidikan hingga 30 November 2021.

Alfred Simanjuntak

Salah satu tersangka yang diduga terlibat dalam kasus suap pajak saat pemeriksaan tahun 2016-2017 adalah Alfred Simanjuntak. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Alfred yang menjabat sebagai Fungsional Pemeriksa Pajak pada Kanwil DJP Jawa Barat II, masih belum ditangkap oleh KPK. Bersama Wawan, Alfred diduga kuat turut berpartisipasi dalam menjalankan tindak suap pajak pada 2016-2017.

Karena hal ini, penyidik memeriksa LHKPN yang dilaporkan Alfred pada 31 Desember 2020. Dalam laporan tersebut tertera bahwa ia memiliki harta sebesar Rp 1,5 miliar dengan rincian harta rumah dan tanah senilai Rp 650 juta, harta transportasi dan mesin senilai Rp 288 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp 142 juta, dan kas sebesar Rp 468 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini