Share

Wall Street Melemah, Saham Sektor Teknologi Tertekan

Antara, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 16 278 2502348 wall-street-melemah-saham-sektor-teknologi-tertekan-NEhnRbQrkO.jpg Wall Street ditutup melemah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS melemah karena tertekannya saham-saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 12,86 poin atau 0,04%, menjadi menetap di 36.087,45 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 0,05 poin atau 0,0011%, menjadi berakhir di 4.682,80 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 7,11 poin atau 0,04% menjadi 15.853,85 poin.

Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Saham Teknologi

Empat dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona warna merah, dengan sektor perawatan kesehatan merosot 0,64%, memimpin penurunan. Sementara itu sektor utilitas menguat 1,31%, menjadikannya kelompok dengan kinerja terbaik.

Sektor teknologi turun 0,11%, menjadi salah satu hambatan terbesar hari ini karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak lebih tinggi, dengan imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun menyentuh level tertinggi sejak 27 Oktober.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Kompak Menguat

Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi cenderung membebani pada sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti teknologi, karena mengurangi pendapatan masa depan dari sektor ini.

Saham-saham bank, yang diuntungkan dari kenaikan imbal hasil, menguat karena investor memposisikan diri untuk dampak potensial dari pengurangan pembelian aset besar-besaran oleh Federal Reserve dan menjelang jadwal penjualan obligasi baru 20 tahun pada pekan ini.

“Wall Street benar-benar terpaku pada apa yang terjadi di pasar obligasi. Kami mulai melihat imbal hasil meningkat dan itu, pada akhirnya, akan menandakan bahwa ada lebih banyak kegugupan bahwa Fed bisa sedikit terlambat untuk memberikan kenaikan suku bunga dan akan dipaksa bereaksi jauh lebih cepat, mengingat tekanan inflasi,” kata Analis Pasar Senior OANDA, Ed Moya.

Data pada Senin (15/11/2021) menunjukkan aktivitas manufaktur di New York melonjak menjadi 30,9 pada November, jauh di atas angka sebelumnya 19,8 dan perkiraan 21,2.

Fokus minggu ini adalah pada laporan pendapatan dari beberapa pengecer besar termasuk Walmart Inc, Target Corp, Home Depot Inc dan Macy's Inc. Hasil mereka akan melengkapi musim laporan keuangan kuartal ketiga yang optimis, yang membantu mendorong Wall Street ke level tertinggi baru.

Data penjualan ritel untuk Oktober juga akan dirilis pada Selasa waktu setempat, dan diperkirakan akan mengungkapkan tanda-tanda dampak inflasi terhadap belanja konsumen.

Boeing Co, melonjak 5,49%, merupakan dorongan utama bagi Dow Jones Industrials, ketika sahamnya ditutup pada level tertinggi tiga bulan setelah maskapai Emirates mengumumkan pesanan untuk dua 777 Freighter dan Saudi Arabian Airlines sedang dalam pembicaraan dengan pembuat pesawat itu untuk pesanan jet berbadan lebar.

Acara Dubai Airshow adalah konferensi kedirgantaraan besar pertama sejak pandemi menghancurkan perjalanan udara penumpang, dengan investor memantau untuk melihat bagaimana industri mengatasi dinamika baru.

Pembuat mobil listrik Tesla Inc turun 1,94% setelah CEO Elon Musk terlibat dalam perselisihan dengan Bernie Sanders ketika senator AS menuntut orang kaya membayar "bagian yang adil" dari pajak mereka.

Penurunan Tesla mengikuti penurunan tajam 15,4% minggu lalu setelah Musk melepas saham gabungan senilai 6,9 miliar dolar AS di perusahaan tersebut.

Sektor material S&P, turun 0,46%, termasuk di antara sektor dengan kinerja terburuk untuk sesi ini di tengah tanda-tanda pelemahan di sektor properti China, pendorong utama permintaan logam global, yang membebani para penambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini