Share

BLT Bertebaran dari Anggaran Bansos Rp132,4 Triliun, Ini Rinciannya

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 320 2503063 blt-bertebaran-dari-anggaran-bansos-rp132-4-triliun-ini-rinciannya-kOATdVo3mU.jpg Bansos Cair (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah menyalurkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp483,91 triliun per 12 November 2021.

Jumlah itu sekitar 65 persen dari pagu 2021 sebesar Rp744,77 triliun, sehingga tersisa Rp260,86 triliun hingga akhir tahun ini.

Dari anggaran tersebut terdiri dari klaster Perlinsos yang sebesar Rp132,49 triliun, antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 94,3% atau Rp28,31 triliun dari pagu Rp28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 66,6% atau Rp33,22 triliun dari pagu Rp49,89 triliun.

" BLT Desa sebesar 65,5% atau Rp18,85 triliun dari pagu Rp28,80 triliun, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 76,1% atau Rp6,70 triliun dari pagu Rp8,80 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Bansos Rp132 Triliun Cair, BLT Subsidi Gaji Rp6,7 Triliun Masuk Rekening Pekerja

Lanjutnya, realisasi Klaster Kesehatan yang sebesar Rp129,30 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) realisasi sebesar 68,7% atau Rp3,09 triliun; Therapeutic (Insentif dan Santunan Nakes) sebesar Rp14,47 triliun atau 76,4%; dan Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan) sebesar 46,1% atau Rp26,6 triliun.

Untuk Kartu Prakerja hingga 12 November 2021 telah diberikan kepada 5.932.867 Penerima untuk Batch 12-22, dan 5.764.498 (96%) Penerima telah menyelesaikan pelatihan.

"Serta 5.667.110 juta (95%) Penerima telah mendapatkan insentif. Total insentif yang disalurkan selama 2021 sebesar Rp11,6 triliun,” kata Menko Airlangga.

Sedangkan realisasi anggaran klaster dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp78 triliun atau 48,5 persen dari target, serta anggaran insentif usaha terealisasi Rp62,47 triliun atau 99,4 persen dari target.

Sementara di klaster program kesehatan, anggaran untuk vaksinasi, yakni pengadaan dan pelaksanaan, tercatat paling besar mencapai Rp26,6 triliun atau 46,1 persen dari pagu. Sedangkan realisasi anggaran untuk diagnostik (pengujian dan pelacakan) sebesar 68,7 persen atau Rp3,09 triliun, dan anggaran untuk program terapeutik (insentif dan santunan tenaga kesehatan) sebesar 76,4 persen atau Rp14,47 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini