Sebelum Erick Thohir, Masalah Toilet Disorot Dahlan Iskan hingga Jonan

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 320 2506141 sebelum-erick-thohir-masalah-toilet-disorot-dahlan-iskan-hingga-jonan-ooignikwhO.jpg Toilet SPBU Pertamina Gratis (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegur Pertamina yang mematok tarif kepada masyarakat untuk menggunakan fasilitas toiletnya. Erick meminta Pertamina untuk menggratiskan fasilitas umum seperti toilet.

“Kenapa enggak gratis? Kan ini fasilitas umum?” tanya Erick kepada penjaga toilet di SPBU Pertamina Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur, dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Toilet SPBU Pertamina Gratis, Penjaganya Tiba-Tiba 'Menghilang'

Namun, hal ini bukan pertama kalinya seorang menteri menyoroti toilet yang terdapat di fasilitas umum. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno telah lebih dahulu melakukannya. Simak cerita lengkapnya di bawah ini.

1. Dahlan Iskan

Dahlan Iskan pernah menjabat sebagai Menteri BUMN pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Pada 2012, ia memiliki kisah terpaksa mandi di toilet umum stasiun Yogyakarta di tengah perjalanannya. Sayangnya, shower yang tersedia tidak dapat digunakan sehingga ia harus menggunakan semprotan.

Baca Juga: Erick Thohir Minta Toilet SPBU Gratis, Netizen Singgung Tukang Parkir di ATM: Tarik Rp50 Ribu Jadi Rp48 Ribu

"Saya sahur pakai nasi rames di kereta ketika memasuki Karawang-Bekasi dan mandi di toilet stasiun pakai semprotan toilet, karena showernya mati,” ungkap Dahlan, usai Rapim, di Kantor PT KAI, Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Berselang satu bulan, Dahlan kembali mengalami cerita kurang menyenangkan dengan toilet yang terdapat di Terminal 2 F Bandara Soekarno-Hatta. Karena kesal, ia pun membersihkan toilet itu sendiri. Beberapa petugas kebersihan yang menyadarinya lantas membantu.

 

Diceritakan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN yang kala itu menjabat, Faisal Halimi, Dahlan amat jengkel karena kotornya keadaan toilet bandara tersebut.

"Tidak ada gunanya petugas (bandara) jemput saya kalau lantai dan bandaranya jorok. Tidak perlu jemput saya," ucap Faisal menirukan Dahlan.

2. Ignasius Jonan

Jajaran menteri selanjutnya yang mengkritik fasilitas umum toilet adalah Ignasius Jonan. Sewaktu masih menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI), Jonan mengkritik toilet kereta yang tidak ramah lingkungan karena langsung di arahkan ke bawah rel.

Melihat hal tersebut, Jonan lalu bersikeras untuk membenahi model toilet tersebut. Ia pun ingin toilet kereta tersebut diperbaiki dengan budget Rp100 juta per toiletnya. Tiga tahun berselang, Jonan menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Ia mengenang bagaimana toilet yang lebih ramah lingkungan itu terealisasi.

Mulanya, ia marah soal biaya pemasangan toilet yang fantastis, yaitu Rp500 juta per toiletnya, PT KAI akhirnya menggandeng Ronald Pracipto, lulusan Hukum Universitas Brawijaya, untuk melakukan penelitian toilet. Setelah hak ciptanya terdaftar di HAKI, akhirnya toilet tersebut dipasang secara massal dengan biaya Rp12 juta per toiletnya.

3. Sandiaga Uno

Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan bahwa toilet adalah salah satu indikator penting dalam sektor pariwisata. Menurutnya, toilet pada tiap destinasi wisata harusnya tidak hanya indah, tetapi juga layak dari segi kelancaran air bersih, kelengkapan peralatan, hingga kehigienisannya.

"Menurut saya senyata-nyatanya kalau kita mau revolusi sektor wisata itu harus dimulai dari toilet, karena ini adalah tempat yang tidak bisa kita wakilkan untuk datang," ujarnya pada Minggu (14/3/2021).

Sandi pun berniat bekerja sama dengan Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) untuk merevitalisasi toilet di tiap destinasi wisata di Indonesia agar memberikan kenyaman pada wisatawan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha parekraf untuk sama-sama ikut membentuk Satgas Toilet di destinasi wisatanya masing-masing,” kata Sandiaga.

4. Erick Thohir

Terakhir, Menteri terbaru yang menyoroti fasilitas toilet umum adalah Menteri BUMN Erick Thohir. Ia heran mengapa fasilitas toilet milik BUMN sekelas Pertamina harus mematok tarif Rp2.000-4.000 tiap penggunaannya pada masyarakat. Mengetahui hal ini, ia lantas menyentil para direksi Pertamina.

“Kepada direksi Pertamina, saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini harusnya gratis. Karena kan sudah dapet dari jualan bensin,” harap Erick.

Mendengar teguran itu, Pertamina langsung memberikan tanggapannya. Mereka mengatakan akan segera menyosialisasikan hal itu kembali kepada para pemilik SPBU dan berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Toilet merupakan salah satu bentuk layanan yang ada di SPBU. Kami akan sosialisasikan kembali ke para pemilik SPBU untuk meningkatkan layanan ke masyarakat," ujar Corsec Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting kepada Okezone, Senin (22/11/2021).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini