Share

Rights Issue, Matahari Putra (MPPA) Incar Dana Rp890,11 Miliar

Kamis 02 Desember 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 278 2510755 rights-issue-matahari-putra-mppa-incar-dana-rp890-11-miliar-wD0tWANm0d.jpg Rights Issue Matahari Putra. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melakukan penawaran umum terbatas (PUT VI) atau rights issue dalam rangka penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 1,17 miliar lembar saham atau mewakili 13,46% dengan harga pelaksanaan Rp760 per saham. Rencana ini pun mendapat restu dengan terbitkanya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perseroan mengungkapkan, pernyataan efektif dari OJK di dapat pada 26 November 2021. Emiten yang menjalankan perdagangan pakaian jadi, makanan, minuman dan barang-barang lainnya tersebut akan mengumpulkan dana Rp890,11 miliar.

Baca Juga: Gojek Akuisisi 6,7% Saham Emiten Pengelola Hypermart

Nantinya, hasil dana PUT VI, sekitar 16,9% untuk membayar sebagian pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Sebesar 8,5% untuk belanja modal antara lain renovasi dan ekspansi toko, seta pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan omnichannel.

"Disebbutkan, perinciannya lima toko lama akan direnovasi dan 17 toko baru akan dibuka di Jawa dan luar Jawa dengan perkirakan biaya sewa Rp68,75 miliar. Lalu, biaya yang diperkirakan untuk pengembangan infrastruktur teknologi informasi termasuk pengembangan platform omnichannel adalah Rp6,25 miliar,” tulis manajemen, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (2/12/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Dorong Lebih Banyak Investasi BUMN ke Startup

Ketiga sekitar 74,6% untuk modal kerja antara lain peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari pemasok. Apabila dana hasil PUT VI tidak mencukupi untuk membiayai modal kerja, MPPA akan mencari sumber pembiayaan lainnya, antara lain kredit perbankan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini