Jokowi Ungkap Fokus Indonesia di Presidensi G20

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 320 2511659 jokowi-ungkap-fokus-indonesia-di-presidensi-g20-niKkg1ARUF.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sedang memegang kepercayaan dan kehormatan untuk menjadi presidensi G20. Menurutnya ada beberapa hal yang menjadi fokus Indonesia dalam G20 mendatang.

“Fokus kita adalah nanti kita akan fokuskan di G20 ini adalah urusan arsitektur kesehatan global. Ya kedua mengenai transisi energi menuju energi yang hijau dan berkelanjutan. Kemudian yang ketiga mengenai digitalisasi. Jadi digitalisasi, transisi energi dan ekonomi hijau, kemudian arsitektur kesehatan,” katanya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Tahun 2021, Jumat (3/12/2021).

Lebih lanjut dia mengingatkan bahwa bandul ekonomi dunia sudah mulai bergerak ke arah ekonomi hijau. Menurutnya Indonesia harus cepat menyesuaikan.

Baca Juga: Presiden Jokowi ke Pengusaha: Keinginannya Apa?

“Kalau tidak, kalau misalnya nanti suatu titik entah dua tahun lagi, entah tiga tahun lagi atau lima tahun lagi, Eropa misalnya hanya menerima produk-produk hijau yang dihasilkan dari renewable energy dan kita belum siap, bagaimana kita mau mengekspor barang-barang kita,” ujarnya.

Terkait dengan transisi energi, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk ini. Misalnya untuk hydro power, Indonesia memiliki 4.400 sungai.

“Engga ada negara di dunia yang memiliki kekayaan sungai sebanyak negara kita Indonesia. Dua sungai saja, Sungai Mamberamo di Papua, Sungai Kayan di Kalimantan Utara. Di Mamberamo itu kira-kira bisa menghasilkan 24.000 megawatt. Di Sungai Kayan di Kalimantan Utara bisa menghasilkan kira2 11.000 sampai 13.000 megawat. Baru dua sungai. Kita memiliki sekali lagi 4.400 sungai,” paparnya.

Baca Juga: Senang Pajak Tumbuh, Jokowi: Begitu Dengar Omicron Ya Tahan Napas

“Geo thermal. Geothermal belum diapa-apain. Kekuatannya kita 29.000 yg baru sekarang ini baru kepakai kira-kira 2000an. 10% belum ada,” lanjutnya.

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki kesempatan untuk bersaing dengan negara lain dalam hal transisi energi.

“Inilah saya kira kesempatan-kesempatan yg kita miliki. Sehingga dalam rangka kompetisi, bersaing dengan negara-negara lain kita memiliki kekuatan-kekuatan itu yg lama tidak kita sadari,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini