Harga Emas Lesu Tertekan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

Antara, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 320 2513005 harga-emas-lesu-tertekan-dolar-dan-imbal-hasil-obligasi-as-ddOimKMZPl.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

CHICAGO - Harga emas turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas tertekan dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menguat.

Sementara investor saat ini sedang fokus pada data harga konsumen AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange merosot USD4,4 AS atau 0,25% menjadi USD1.779,50 per ounce. Di pasar spot, harga emas juga jatuh 0,30% menjadi USD1.778,09 per ounce.

Baca Juga: Emas Antam Dibanderol Rp932 Ribu/Gram, Berikut Daftar Lengkap Harganya

Dolar AS menguat membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Sementara imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun AS berbalik naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga.

Emas juga tertekan karena pasar saham global melakukan rebound tentatif dari aksi jual minggu lalu, didorong oleh kekhawatiran atas penyebaran Omicron.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp6.000 di Akhir Pekan

"Emas akan tetap berada dalam lingkungan perdagangan yang berombak karena ada dorongan tarik-menarik di pasar. Satu sisi, kami memiliki pasar yang mengantisipasi tapering yang lebih cepat, dan di sisi lain kami memiliki permintaan safe-haven dengan gagasan inflasi yang memanas," kata Direktur Perdagangan Logam Berjangka, David Meger, dikutip dari Antara, Selasa (7/12/2021).

Data harga konsumen AS akan disampaikan pada Jumat (10/12/2021). Data ini akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang strategi kebijakan Federal Reserve AS.

Menurut Analis Saxo Bank, Ole Hansen, angka IHK (indeks harga konsumen) yang lebih ringan, meskipun tidak terduga, dapat mengurangi beberapa fokus terhadap kenaikan suku bunga pada 2022, sementara kelemahan tambahan di pasar saham hingga Desember juga dapat mendorong beberapa permintaan safe-haven ke emas.

Federal Reserve akan mengadakan pertemuan moneter pada 14 dan 15 Desember. Pedagang sedang menunggu untuk melihat bagaimana Fed akan menyesuaikan kebijakan suku bunganya terhadap inflasi.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 21,8 sen atau 0,97% menjadi USD22,263 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD10,2 atau 1,1% menjadi USD936,40 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini