Share

Alibaba Pecat Karyawan yang Ngaku Dapat Pelecehan Seksual

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 320 2516232 alibaba-pecat-karyawan-yang-ngaku-dapat-pelecehan-seksual-6jML1oIiJB.jpg Alibaba (Foto: Okezone)

JAKARTA - Raksasa E-Commerce asal China Alibaba Group Holding memecat seorang karyawan wanita yang menuduh mantan rekan kerjanya melakukan tindak pelecehan seksual.

Peristiwa ini dikabarkan terjadi sejak beberapa bulan lalu, sedangkan pemecatan dilakukan berdasarkan laporan surat kabar Dahe Daily yang didukung oleh pemerintah.

Melansir dari Reuters, Senin (13/12/2021) Dahe Daily mewawancarai karyawan tersebut, mengatakan bahwa dia telah mendapatkan pemberitahuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada akhir November.

Baca Juga: Jaksa Batalkan Kasus Pelecehan Seksual di Alibaba

Dia mengaku sudah menerima salinan surat pemberhentiannya. Dalam surat itu tertulis karyawan wanita ini telah menyebarkan informasi palsu mengenai kasus penyerangan dan perusahaan yang tidak menangani kasus tersebut.

"Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, dan tentu saja tidak akan menerima hasil ini, dan di masa depan akan menggunakan cara hukum untuk melindungi hak dan kepentingan saya," kata karyawan tersebut dalam wawancara.

Sementara, Alibaba tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja. Seorang pengacara untuk karyawan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Diketahui perusahaan e-commerce terbesar di China ini diguncang tuduhan penyerangan seksual pada bulan Agustus. Setelah karyawan wanita tersebut membagikan unggahan di akun internet perusahaan dengan pernyataan dia diserang rekan kerja dan kliennya selama perjalanan bisnis.

Alibaba pun memutuskan untuk memecat rekan kerja yang dituduh melakukan penyerangan berupa pelecehan seksual. Selain itu, memecat 10 karyawan lainnya karena mempublikasikan insiden tersebut.

Jaksa di China membatalkan kasus terhadap rekan kerja karyawan itu, menyatakan dia melakukan ketidaksenonohan secara paksa tetapi bukan kejahatan, padahal telah menyetujui penangkapan klien pada awal September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini