Share

Strategi AP II Bertahan Selama Pandemi Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 320 2517874 strategi-ap-ii-bertahan-selama-pandemi-covid-19-l9pEr5H8gf.jpg Strategi AP II Hadapi Pandemi. (foto: okezone.com/AP 2)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan beragam strategi untuk bertahan di industri penerbangan akibat pandemi Covid-19. Strategi tersebut menekan adanya kontraksi keuangan perseroan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AP II, Wiweko Probojakti mengatakan, dalam mengelola 20 bandara di Indonesia, pihaknya menjalankan strategi business survival dengan memperketat cost leadership (mengukur hasil yang didapat dengan biaya yang dikeluarkan) dalam setiap program, serta cash flow management (pengaturan arus keluar-masuk kas) secara efisien.

Baca Juga: Erick Thohir Kembali Tunjuk Muhammad Awaluddin sebagai Dirut AP II

Sebagai upaya meningkatkan cost leadership dan cash flow management di tengah pandemi, kata Wiweko, AP II mengimplementasikan skema supplier financing guna menjaga pengembangan dan pembangunan infrastruktur yang dinilai penting untuk mendukung operasional bandara dan pemulihan ekonomi nasional.

Perseroan juga tercatat telah menandatangani skema supplier financing bersama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk, untuk pembiayaan 4 pekerjaan dengan nilai maksimal Rp400 miliar.

Baca Juga: Catat! Ini Syarat Terbang di Bandara AP II Selama PPKM hingga 6 September

Keempat pekerjaan itu adalah pembangunan hotel domestik Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, jasa konstruksi lanjutan pekerjaan aksesibilitas, pelebaran dan perpanjangan runway Bandara Banyuwangi, dan perluasan gedung Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Supplier Financing ini adalah salah satu opsi pendanaan yang prosesnya sederhana dan bunga yang kompetitif, karena ada kepentingan 3 pihak di sana yakni AP II selaku pemberi pekerjaan, lalu WIKA sebagai kontraktor (supplier) dan Bank Mandiri sebagai lembaga keuangan yang melakukan pembiayaan sehingga ini bisa mewujudkan cost leadership,” ujar Wiweko, dikutip Kamis (16/12/2021).

Dia menjelaskan melalui opsi supplier financing ini, bank akan membayarkan terlebih dahulu tagihan dari kontraktor. Skema ini akan membuat AP II bisa lebih efisien dalam mengatur cash flow.

Opsi supplier financing juga memastikan pembangunan infrastruktur di bandara AP II dapat tetap berjalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini