Share

Medco Energi, Emiten Arifin Panigoro Cetak Laba USD56 Juta

Selasa 21 Desember 2021 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 278 2520292 medco-energi-emiten-arifin-panigoro-cetak-laba-usd56-juta-VFtkQUzDOu.jpg Medco Energi Cetak Laba. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA PT Medco Energi Tbk (MEDC) mencatatkan laba bersih sebesar USD56 juta dari tiga lini usaha. Dari segmen minyak dan gas menyumbang laba USD140 juta, ketenagalistrikan USD21 juta, dan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) USD48 juta.

Emiten milik Arifin Panigoro ini juga mencetak ebitda sebesar USD508 juta atau naik 25% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Medco Energi Dapat Dividen Rp71,5 Miliar dari Anak Usaha

Menurut CEO MEDC Roberto Lorato, salah satu pendorongnya adalah pulihnya harga komoditas dan harga jual rata-rata untuk minyak.

“Harga jual rata-rata untuk minyak adalah USD64 per barel, 62% lebih tinggi tahun sebelumnya di USD39 per barel. Sementara harga penjualan rata-rata tertimbang gas adalah USD6,3 per mmbtu, naik 23% tahun-ke-tahun dari sebelumnya USD5,1 per mmbtu,” ujarnya, di Jakarta, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Medco Energi Caplok Saham ConocoPhillips

Disampaikan Roberto, hal ini diimbangi dengan biaya kantor pusat dan pembiayaan kegiatan keuangan. Kemudian, selama sembilan bulan berjalan tahun ini, MEDC menyerap belanja modal sebesar USD53 juta. Masih jauh dari target capex tahun ini sebesar USD150 juta untuk segmen minyak dan gas, dan USD65 juta untuk ketenagalistrikan.

“Jumlahnya meningkat seiring pulihnya permintaan, tetapi akan berada di bawah panduan tahun 2021 Perusahaan,” imbuhnya.

Dari sektor minyak dan gas, belanja modal selama sembilan bulan tahun ini terserap sebesar USD31 juta digunakan untuk pengembangan beberapa proyek pengembangan migas di South Natuna Sea Block B PSC.

“Pekerjaan pengembangan ini akan berlanjut hingga 2022 dengan gas pertama di lapangan Hiu diharapkan pada kuartal II/2022, gas pertama di Proyek Belida Extension pada kuartal IV/2022, dan minyak pertama di lapangan Forel dan gas di lapangan Bronang diharapkan di kuartal IV/2023,” jelasnya.

Dari sisi produksi, selama sembilan bulan tahun ini MEDC memproduksi minyak dan gas sebanyak 93 mboepd, atau turun 7% dari periode yang sama pada 2020, karena adanya penurunan permintaan minyak dan gas domestik pada masa PPKM.

Produksi migas tersebut menelan biaya produksi USD9,3 per boe. Jumlah ini masih sejalan dengan target produksi minyak dan gas pada 2021 sebesar 94 – 95 mboepd dengan biaya produksi di bawah USD10 per boe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini