Share

Erick Thohir ke Pemegang Polis Jiwasraya: Saya Mohon Maaf

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 320 2521336 erick-thohir-ke-pemegang-polis-jiwasraya-saya-mohon-maaf-5qGFteuV19.jpg Menteri BUMN Erick Thohir minta maaf ke nasabah Jiwasraya (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir meminta maaf kepada pemegang polis eks PT Jiwasraya (Persero). Erick meminta maaf jika proses penyelamatan polis tidak berjalan sempurna.

"Sekali lagi untuk pemegang polis saya mengucapkan terima kasih, saya juga mengucapkan mohon maaf kalau kami dalam melakukan perbaikan dari segi good corporate governance tidak sempurna," ujar Erick dalam seremonial pengalihan polis, di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, dikutip Kamis (22/12/2021).

Baca Juga: Muktamar ke-34 NU di Lampung, Erick Thohir: Bangga dan Bahagia

Saat ini, proses restrukturisasi polis sudah mencapai tahap akhir. Hal itu ditandai dengan adanya status dan proses pembayaran klaim dari polis nasabah eks Jiwasraya.

Tim percepatan restrukturisasi memastikan semua nasabah eks Jiwasraya yang sudah dialihkan akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan ketentuan masing-masing polis. Meski begitu, proses penyelesaiannya membutuhkan waktu panjang karena jumlah pemegang polis mencapai 300.000 lebih.

Baca Juga: Ingat Sosok Ayahnya, Erick Thohir Bantu Penjual Cilok Cilik untuk Sekolah Kembali

Erick menjelaskan, pada mulanya penyelesaian kasus Jiwasraya dan PT Asabri (Persero) tidak menjadi key performance indicator (KPI) Kementerian BUMN yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, usai rapat internal Kepala Negara meminta adanya penyelesaian kasus di internal dua perusahaan pelat merah tersebut.

"Ketika itu kita sampaikan kepada Pak Presiden dan dukung penuh apa yang harus dilakukan. Tapi waktu rapat internal ternyata ada beberapa hal lain di BUMN harus diperbaiki. Salah satunya Jiwasraya dan Asabri," tuturnya.

Erick mengatakan permasalahan itu memang harus diselesaikan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Sebab, bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaan. Menurutnya, tanpa kepercayaan, dunia usaha hingga program yang menyangkut masyarakat akan pupus.

"Sejak awal, niat kami adalah mengambilkan kepercayaan bahwa negara hadir dan bisnis asuransi bisnis ini adalah bisnis kepercayaan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini