Share

BBM Premium Dihapus, Harganya Sempat Naik Jadi Rp8.500 per Liter

Zikra Mulia Irawati, Okezone · Minggu 26 Desember 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 320 2522786 bbm-premium-dihapus-harganya-sempat-naik-jadi-rp8-500-per-liter-yGX2FRfn4r.jpg BBM Premium Dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan menghapus BBM Premium pada tahun depan. Setelah Premium, pemerintah juga akan menghapus Pertalite.

Nantinya hanya akan ada BBM jenis Pertamax dan BBM dengan RON di atas 92 di SPBU. Hal ini dilakukan pemerintah untuk mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik.

Sebelum rencana dihapus muncul, Premium beberapa kali sempat mengalami kenaikan harga dalam kurun waktu 2014-2016.

Mengutip dari arsip Okezone, Minggu (26/12/2021), Premium mencatatkan harga tertingginya pada 17 November 2014 dengan Rp8.500 untuk tiap liternya.

Baca Juga: Fakta-Fakta BBM Premium dan Pertalite Dihapus Mulai Tahun Depan, Nomor 2 Mengejutkan

Pada kuartal pertama tahun 2015, harga Premium terpantau naik turun. Setelah turun menjadi Rp7.600 (1 Januari) lalu Rp6.600 (17 Januari), harga Premium kembali naik menjadi Rp6.800 per liter pada 1 Maret. Selang beberapa pekan, harga tersebut kembali ke angka Rp7.300 per liter.

Harga Premium baru bisa turun di tahun selanjutnya. Pada 5 Januari 2016, harga turun Rp250 menjadi Rp7.050. Beberapa bulan berikutnya, yaitu 1 April 2016, harga kembali turun menjadi Rp6.450 dan berlaku hingga hari ini.

Rencana penghapusan Premium ini dilakukan Pemerintah bukan tanpa alasan. Pemerintah secara resmi telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang tertuang dalam Perjanjian Paris.

โ€œKita mempunyai target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Emisi karbon berkaitan erat dengan kualitas bahan bakar yang ditentukan oleh bilangan oktan atau Research Octane Number (RON). Makin tinggi bilangan oktan, maka proses pembakaran akan lebih sempurna dan emisi yang dihasilkan jadi lebih minim.

Sebagai informasi, Premium hanya memiliki bilangan oktan 88 dan menjadi BBM dengan kualitas paling rendah yang beredar di pasaran Indonesia. Di sisi lain, bilangan oktan Pertalite berada di angka 90 dan Pertamax di angka 92.

Sementara itu, BBM dunia kini harus kompak menggunakan standar Euro 4 atau bilangan oktan 91. Jika melihat data di atas, bilangan oktan Pertalite pun masih di bawah standar tersebut. Namun, Mamit mengatakan sementara Pertalite bisa digunakan masyarakat untuk peralihan jika Premium benar dihapus.

"Dengan adanya peralihan menggunakan pertalite, ini menjadi salah satu upaya transisi ke arah yang lebih tinggi lagi. Walaupun memang secara peraturan, RON pertalite masih 90, masih dibawah standar minimal peraturan KLHK yakni RON 91," ungkapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini