Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SOS Children's Villages dan Allianz Indonesia Berkolaborasi Asah Potensi Remaja untuk Jadi Wirausahawan

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 28 Desember 2021 |17:10 WIB
 SOS Children's Villages dan Allianz Indonesia Berkolaborasi Asah Potensi Remaja untuk Jadi Wirausahawan
SOS Children's Village berkolaborasi dengan Allianz Indonesia melalui program We Are The Future. (Foto: Dok.SOS Children's Village)
A
A
A

“Pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada model-model usaha khususnya kecil, menengah dan start-up. Namun, situasi ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk berkembang. Melihat potensi ini, kami mengajak dan mendukung para anak muda di SOS Chidren’s Villages untuk dapat meningkatkan kapasitas mereka demi memanfaatkan peluang usaha tersebut,” ujar Arini Bachtiar, Head of Corporate Events and CSR, Allianz Life Indonesia.

Ia mengungkapkan, tahun ini menandai lima tahun kolaborasi Allianz Indonesia dan SOS Children’s Villages untuk mendukung pengembangan diri kaum remaja. "Kami berharap kerja sama ini dapat memberi dampak luas tidak hanya untuk masa depan anak-anak muda tetapi juga lingkungan di sekitar mereka,” tuturnya.

Enam jenis usaha yang terbentuk yaitu, Vems Thrift Store yang didirikan oleh empat remaja putri dan menjual baju thrift pilihan dengan harga yang terjangkau dan kualitas terjamin. Kedua, ada Resik yang didirikan oleh tiga remaja putra. Resik memproduksi dan menjual sabun cuci untuk piring dan pakaian yang 90 persen ramah lingkungan.

Ketiga, ada Ngepotz didirikan oleh empat remaja putri yang memproduksi dan menjual es krim pot yang menyasar pasar anak muda. Keempat, ada Yaminki yang didirikan oleh enam remaja putri yang memproduksi dan menjual mie yamin yang terjangkau, lezat dan porsi yang pas dan menyasar pasar masyarakat luas.

Kelima, ada NSB Store yang menjual baju thrift pilihan dengan model terkini dan kualitas pilihan yang didirikan oleh tiga remaja putra. Terakhir, ada Es Kul-Kul yang didirikan oleh dua remaja putri dan satu remaja putra yang memproduksi dan menjual es krim stik dan dipasarkan di sekitar SOS Children’s Villages Semarang.

Pada tahap awal, para remaja di setiap kelompok usaha diberikan modal pendanaan sebesar Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 serta diberikan pelatihan dan pendampingan usaha. Di akhir program, Kompetisi Perintisan Usaha Remaja diadakan untuk memotivasi mereka dalam mengembangkan bisnisnya lebih jauh lagi dengan hadiah uang tunai yang dapat digunakan sebagai tambahan modal untuk pengembangan usaha di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement