Share

Lampaui Target, Menteri ESDM Resmikan Serentak 7 Penyalur BBM Satu Harga di Kupang

Fitria Dwi Astuti , Okezone · Rabu 29 Desember 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 11 2524235 lampaui-target-menteri-esdm-resmikan-serentak-7-penyalur-bbm-satu-harga-di-kupang-IqmCKW5RIJ.jpg Foto: Dok BPH Migas

JAKARTA-Melengkapi pembangunan Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga untuk tahun anggaran 2021, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan secara serentak tujuh penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Peresmian dipusatkan di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tenau, Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (22/12/2021).

Dengan diresmikannya 7 Penyalur BBM Satu Harga ini, maka capaian Program BBM Satu Harga Tahun 2021 yang sudah beroperasi menjadi 78 Penyalur atau melebihi target tahun 2021 yang sebanyak 76 Penyalur.

Melalui kebijakan BBM Satu Harga, daerah di luar Jawa dapat menikmati BBM yang harganya sama dengan di pulau Jawa sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud serta memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Kehadiran BBM yang terjangkau harganya oleh masyarakat, tidak ada diskriminasi antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya merupakan tujuan dari Pemerintah bagaimana kita bisa menyediakannya dan melaksanakannya," ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Hingga  2024, target kumulatif pembangunan penyalur BBM Satu Harga adalah sebanyak 583 penyalur, oleh karena itu Arifin meminta kepada BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) dapat mengawal pelaksanaan program ini sesuai target yang ditetapkan.

"Kami minta BPH Migas dan Pertamina bisa menyelesaikannya paling lambat kuartal I tahun 2024. Jadi makin cepat ini dilaksanakan makin cepat ini bisa dinikmati oleh masyarakat, itu yang menjadi tujuan dari keberadaan kita, tujuan dari misi kita," ujar Arifin.

Arifin juga mengingatkan, selain membangun penyalur, yang harus diperhatikan adalah ketersediaan pasokan serta infrastruktur logistik di wilayah terpencil dan sulit terjangkau dapat terus disempurnakan, agar pasokan BBM terjaga dengan baik dan tidak terjadi kelangkaan.

"Percuma kita sudah membangun susah payah tetapi hasilnya tidak sempurna," ucapnya.

Di samping itu, Arifin juga meminta jangan sampai ada antrian yang panjang untuk mendapatkan BBM.

"Cerita-cerita (antrian panjang) ini sudah sering terjadi setiap tahun, mari kita akhiri cerita sedih ini, jadikan ini kenangan yang lalu. Kita tunjukkan bagaimana pelayanan kita kepada masyarakat lebih baik," ujar Arifin.

Sementara itu Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, berdasarkan Roadmap Pembangunan penyalur BBM Satu Harga, sampai dengan akhir tahun 2024 yaitu terbangunnya 583 penyalur BBM Satu Harga. BPH Migas secara konsisten sejak tahun 2017 mengawal pelaksanaan pembangunan penyalur BBM Satu Harga agar target tersebut dapat tercapai.

"Sejak tahun 2017 sampai dengan 2020 capaian program BBM Satu Harga sebanyak 253 Penyalur. Adapun target Tahun 2021 adalah 76 Penyalur, dengan capaian pembangunan sebanyak 78 Penyalur," kata Erika.

 BACA JUGA: Resmikan BBM Satu Harga, Kepala BPH Migas: Berikan Manfaat Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Khusus untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sendiri lokasi pembangunan penyalur Program BBM Satu Harga Periode Tahun 2017-2024 sebanyak 75 Lokasi. Adapun Jumlah penyalur BBM Satu Harga yang sudah beroperasi sampai saat ini sebanyak 34 Penyalur.

"Semoga dengan beroperasinya Penyalur BBM Satu Harga ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya khususnya untuk masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur dan untuk seluruh wilayah NKRI pada umumnya," ucap Erika.

Melengkapi, Direktur Logistik dan Infrastukutr PT Pertamina Mulyono mengatakan, sampai dengan Desember 2021 ini, secara nasional Pertamina telah merealisasikan pengoperasian lembaga penyalur BBM Satu Harga sebanyak 321 titik di daerah-daerah tertinggal terdepan, terluar dari target yang diberikan Pemerintah sebanyak 573 penyalur hingga tahun 2024.

"Tahun 2022 mendatang Pertamina akan membangun di 92 lokasi, tahun 2023 di 89 lokasi lagi dan tahun 2024 sebanyak 73 lokasi," ujar Mulyono.

Menurut Mulyono, peresmian ini bukan merupakan akhir tapi ini adalah awal dari pengabdian Pertamina kepada masyarakat, karena setelah peresmian seluruh jajaran Pertamina ini harus memastikan bahwa BBM ini harus tersedia dengan kondisi 3T yakni harus tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas.

Dengan adanya Program BBM Satu Harga ini, masyarakat di kurang lebih 112 Kabupaten dapat membeli BBM Solar Subsidi, Pertalite dan Premium dengan harga yang sama dengan masyarakat di daerah lain seperti di Jawa, Sumatera dan tempat lain yang sudah menikmati harga Premium Rp6.450 per liter, dan Solar seharga Rp5.150 per liter.

Melalui pengoperasian SPBU BBM Satu Harga ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kegiatan perekonomian di 112 Kabupaten yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Bali, Madura, NTT, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan BBM Satu Harga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebaran penyalur BBM Satu Harga yang diresmikan hari ini, adalah:

Kabupaten Malaka, Kecamatan Kobalima, Provinsi NTT

Kabupaten Malaka, Kecamatan Laen Manen, Provinsi NTT

Kabupaten Malaka, Kecamatan Sasitamean, Provinsi NTT

Kabupaten Malaka, Kecamatan Malaka Barat, Provinsi NTT

Kabupaten Sumba Barat Daya, Kecamatan Wewewa Tengah, Provinsi NTT

Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Moyo Utara, Provinsi NTB

Kabupaten Dompu, Kecamatan Hu'u, Provinsi NTB.

CM

(FDA)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini