Share

Ini Tahapan Pembongkaran Rel Trem Peninggalan Belanda di Proyek MRT Jakarta

Rina Anggraeni, Sindonews · Rabu 29 Desember 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 320 2524310 ini-tahapan-pembongkaran-rel-trem-peninggalan-belanda-di-proyek-mrt-jakarta-G5MdDjfOCj.jpeg Rel Trem Peninggalan Belanda (Foto: Antara)

JAKARTA - Tahapan pembongkaran rel trem peninggalan Belanda di proyek MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota. Meski ada rel trem, tidak akan menggangu pekerjaan proyek pembangunan MRT Jakarta.

Ahli Arkeologi Junus Satrio Atmodjo menjelaskan, dalam menangani temuan rel dan bantalan akan dimulai dari pengupasan, penampakkan, pencatatan dan dokumentasi, pelepasan, pengangkatan, pengangkutan, hingga penyimpanan.

"Jadi bagaimana kita melindungi temuan pebting ini itu dengan cara itu dicopot dipindah sementara sampai sudah selesai baru akan kita kembalikan," kata Satrio dalam video virtual, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga: Rel Trem Peninggalan Belanda Ditemukan di Proyek MRT, Kadishub: Pembangunan Tetap Lanjut

Dia menambahkan, proses pelepasan secara masif bakal dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya pembersihan lokasi sudah dilakukan secara intensif. Rel akan dibongkar per komponen mulai dari relnya, bantalan relnya, hingga-skrupnya.

"Tapi bagaimana mengembalikannya itu belum diputuskan karena prematur kalau kita bicara pengembalian sekarang sementara proses pelepasannya sedang berlangsung," katanya.

Dia menambahkan penyimpanan relnya sendiri berada di pool PPD Jelambar, sekitar 6 km dari lokasi penemuan rel trem. "Akan disimpan rel itu selama beberapa tahun dalam rangka konservasi. Akan dibersihkan dan di-maintain agar tidak rusak," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, dia mengatakan temuan rel itu akan disimpan dan dipamerkan di sebuah museum. Hal ini dikarenakan temuan rel tersebut adalah merupakan warisan budaya

"Sebagian akan dipamerkan itu nanti di stasiun MRT di Jota ini ada seperti museum dalam tanda petik corner something yang akan memunculkan hasil temuan arkeologi ketika masa pembangunan. Jadi itu akan menjadi bagian dari informasi kepada publik di mana mungkin satu atau dua batang rel apakah dipamerkan di situ," kata Junus.

Warisan budaya saat ini sungguh berbeda dengan tahun sebelummya. Sebab, warisan budaya saat ini mengenai peninggalan yang memiliki arti sejarah berbeda.

"Zaman saya ngomong warisan budaya itu kayak candi ,ngomong masjid kuburan sekarang bicara warisan budaya seperti bangunan stadion, rel kereta, gorong- gorong yang dulu kita tidak pernah dapat jadi dengan menempatkan sebagian sistem rel ini itu akan menjadi peringatan bahwa ke depan tantangan arkeologi itu akan lebih kompleks," katanya.

Sebelumnya, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan, jalur trem ditemukan saat tim MRT menggali di kedalaman 15-110 sentimeter.

"Ini (jalur trem) kemarin yang paling terakhir kami temukan galiannya di bulan Desember pada kedalaman beragam antara 15 sampai 110 sentimeter," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini