Share

Penjualan E-Commerce Naik Berkah Harbolnas, Produk Lokal Raup Rp8,5 Triliun

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Jum'at 07 Januari 2022 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 455 2528986 penjualan-e-commerce-naik-berkah-harbolnas-produk-lokal-raup-rp8-5-triliun-DiJCtK4xEo.jpg Penjualan produk lokal meningkat selama harbolnas (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Produk lokal tengah menjadi tren di kalangan milenial. Hal itu tercermin dari transaksi Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2021, sebanyak Rp8,5 triliun transaksi di kantongi oleh produk-produk lokal.

"Transaksi penjualan e-commerce mengalami kenaikan terutama pada saat Harbolnas 2021. Sebanyak Rp8,5 triliun transaksinya di kantongi oleh produk-produk lokal. Saya gembira, ternyata produk lokal saat ini sedang menjadi tren di kalangan milenial," ujar Wasekjen DPP Partai Perindo Bidang UMKM, Hengky Eko Sriyantono dalam webinar Partai Perindo, Jumat (7/1/2022).

Baca Juga: Fintech dan E-Commerce Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Selain itu, lanjut Hengky, di era sekarang ini, penjualan secara live streaming turut menjadi tren kalangan milenial. Adapun kategori produk yang banyak diminati adalah fesyen.

Oleh karena itu, menurut Hengky, pada 2022, fesyen sangat cocok untuk dijadikan pilihan produk berbisnis.

Baca Juga: Ekonomi RI Lewati Titik Terendah, Menko Airlangga Sebut E-commerce dan Startup Jadi Kekuatan Baru

"Saya mengamati di beberapa sosial media, terutama saat ini kalangan milenial banyak berjualan fesyen secara live streaming," tuturnya.

Lain daripada itu, lanjut Hengky, pada sisi metode pembayaran pun juga mengalami peningkatan. Seperti isi saldo atau top up naik 36%. Adapun perawatan pribadi tak mau ketinggalan, naik 40%, dan kebutuhan sehari-hari naik 30%.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

"Produk-produk kosmetik itu ternyata juga cukup besar animonya, terutama berjualan secara online baik itu di market place maupun di media sosial secara langsung," terangnya.

Kemudian, Wasekjen DPP Partai Perindo ini menuturkan bahwa waktu belanja itu sangat menentukan larisnya penjualan. Artinya, para pelaku usaha harus bisa cermat dalam memposting atau melakukan live streaming pada jam-jam krusial. Adapun jam-jam krusial yang dimaksud Hengky yakni pada jam 09.00 hingga 18.00.

Lanjut, berdasarkan survey yang diterima Hengky, pelanggan yang paling banyak melakukan belanja online adamah pelanggan berusia 15-24 tahun, sebanyak 36%, disusul oleh kelompok yang berusia 25-34 tahun sebanyak 34%. Kemudian, 35-44 tahun porsinya 19% dan sisanya di atas 45 tahun.

"Jadi, kalau kita mau terjun ke dunia usaha, maka kita harus melihat target pasar kita," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini