"Negara bisa dibilang telah kolaps, sehingga jaminan sosial tidak lagi bisa memberi perlindungan bagi mereka untuk kehidupan yang stabil," lanjut dia.
Ekonom lainnya, Asdrúbal Oliveros mengatakan, "Hiperinflasi tidak hanya menghancurkan mata uang Venezuela, tetapi juga mengancam stabilitas pekerjaan. Situasi yang genting membuat orang memprioritaskan penghasilan yang bisa menutupi kebutuhan sehari-hari mereka dibandingkan pekerjaan yang secara teori memberi stabilitas."
"Dolarisasi terjadi lebih cepat pada sektor informal dibandingkan sektor formal, sebab banyak perusahaan masih menggunakan mata uang bolivar," kata Oliveros.
Krisis ekonomi Venezuela telah berdampak besar bagi pelayanan publik, termasuk transportasi publik yang tidak lagi efisien karena kekurangan bahan bakar dan suku cadang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.