Share

Mau Untung seperti Ghozali Everyday? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangan NFT di Sini

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 622 2532125 mau-untung-seperti-ghozali-everyday-cek-dulu-kelebihan-dan-kekurangan-nft-di-sini-CRxr9B3HYZ.jpg Ghozali Everyday (Foto: Antara)

JAKARTA – Ketenaran NFT atau Non-Fungible Token sedang membludak karena viralnya foto selfie seorang pemuda yang dijual dengan harga tinggi.

NFT merupakan aset digital berbasis teknologi blockchain yang sedang populer di dunia kripto. Pasalnya, nilainya bisa mencapai puluhan juta USD. Sebagian besar, NFT diperdagangkan memakai ether (ETH), koin buatan Ethereum.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini menuturkan, NFT atau Non-Fungible Token mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun salah satu kelebihannya, yakni unik.

Baca Juga: Apa Itu NFT? Ini Pengertian dan Penggunaannya

“Kalau ini NFT mengenai aset intelektual, bukan mata uang itu sendiri. Nah kalau NFT sendiri barangnya-barangnya itu, karena aset intelektual, aset intelektual itu biasanya unik-unik begitu ya. Uniknya ini tapi subjektif sifatnya,” tuturnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (14/1/2022).

Lalu, NFT juga sulit untuk dibajak. Pasalnya, teknologi blockchain sendiri itu memang dalam pengawasan bersama.

Baca Juga: Apa Itu NFT? Berikut Penjelasannya, Cara Buat hingga Menjualnya

“Teknologi blockchain yang melahirkan crypto, yang melahirkan NFT itu sebenarnya mendesentralisasi. Jadi yang tadinya terpusat misalnya kalau mata uang konvensional itu dia adanya dipusat oleh otoritas seperti Bank Indonesia, nah kalau ini diawasi bersama,” kata Mike.

Kemudian, juga adanya riwayat transaksi. Di mana, jika Anda menggunakan memperjual belikan aset digital melalui NFT meskipun dibeli ribuan kali, riwayat transaksi itu pada teknologi.

Di sisi lain, NFT juga memiliki beberapa kekurangan. Adapun diantaranya, yaitu peminat di Indonesia masih sedikit, sering kali over value (dihargai lebih tinggi daripada kegunaannya), dan belum adanya regulasi.

“Kalau di Indonesia ya belum ada regulasi yang menaungi, sehingga resikonya tinggi. Ini sama sebenarnya seperti segala sesuatu mengenai hal-hal yang bisa divaluasi yang kemudian terkait dengan nilai suatu properti. Nilai suatu currency ya yang nanti jatohnya juga pada nilai pertumbuhan aset, nah kemudian kalau bicara asset bisa bicara investasi juga,” jelas Mike.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini