Share

5 Fakta Vaksin Booster Dimulai dan Gratis, Sri Mulyani Kirim Duit ke Menkes

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 16 Januari 2022 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 15 320 2532779 5-fakta-vaksin-booster-dimulai-dan-gratis-sri-mulyani-kirim-duit-ke-menkes-WuOkN9qBX6.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemberian vaksin booster untuk pencegahan Covid-19 dimulai pada Rabu 12 Januari 2022. Berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo, pemberian vaksin booster ini gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Berikut fakta vaksin booster dimulai dan gratis yang dirangkum di Jakarta, Minggu (16/1/2022).

1. Jenis Vaksin yang Digunakan

Lima jenis vaksin yang telah memenuhi syarat dan mendapatkan EUA untuk digunakan sebagai vaksin booster, adalah vaksin CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax.

Baca Juga: Sri Mulyani Revisi Aturan Batas Restitusi PPN Pengusaha

Lima vaksin ini dinilai telah memenuhi syarat digunakan sebagai vaksin booster, pasca lolos proses evaluasi Badan POM RI bersama para tim ahli penilai obat dan vaksin.

2. Warga Diminta Ikuti Mekanisme

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta seluruh warga Indonesia untuk mengikuti mekanisme dan ketentuan Pemerintah terkait pemberian booster vaksin Covid-19.

Baca Juga: Gaji Tenaga Kesehatan Bebas Pajak Diperpanjang hingga Juni 2022

“Masyarakat diharapkan untuk mengikuti mekanisme vaksin booster yang diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan," kata Johnny dalam keterangan tertulisnya.

3. Mekanisme Pemberian Vaksin Booster

Adapun mekanisme untuk proses pemberian vaksin booster di tahap awal penerima booster harus berusia 18 tahun ke atas.

Mereka yang menerima vaksin Covid-19 dosis tambahan pun harus dipastikan telah menerima dosis lengkap (dosis I dan II) dalam jangka waktu minimal 6 bulan. Terkait kelompok prioritas, kelompok lansia dan kelompok rentan (imunokompromais) menjadi kelompok yang paling diprioritaskan untuk menerima vaksin booster.

4. Sri Mulyani Kirim Duit ke Menkes

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa anggaran vaksin booster sudah diberikan kepada Kementerian Kesehatan.

Seperti diketahui, vaksin booster ini dibayar oleh pemerintah sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo.

"Ini sudah ada dianggarkan oleh Kementerian Kesehatan, ini salah satu antisipatif kita tahu selama pandemi anggaran nomor 1 kesehatan. booster kita udah anggarkan" kata Kepala BKF Febrio Kacaribu dalam video virtual.

5. RI Dapat Hibah Vaksin

Sri Mulyani mengungkapkan, Indonesia juga sudah mendapatkan hibah vaksin yang bisa meringankan beban dari APBN.

"Kita juga terima hibah 1 juta dosis dari covax dan inilah kita juga, saya ingin kaitkan dengan G20 sekarang. Antisipasi pandemi harus secara global karena secara global enggak mungkin ada pemulihan pandemi kalau ada 1-2 negara vaksinasinya enggak jalani," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini