Share

Menperin: Lahan Kawasan Industri Meningkat, Totalnya 65.532 Ha

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 08:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 470 2539106 menperin-lahan-kawasan-industri-meningkat-totalnya-65-532-ha-1BVbNPUQOI.jpg Lahan kawasan industri meningkat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jumlah kawasan industri di Indonesia mengalami peningkatan. Pemerintah mendorong kawasan industri sebagai lokasi investasi yang menarik. Langkah ini diyakini dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perkembangan kawasan industri di Indonesia mengalami peningkatan baik secara jumlah maupun luas lahan,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga: Perluas Gas Bumi, PGN Gandeng 4 Kawasan Industri di Jatim

Hingga Januari 2022, terdapat 135 perusahaan kawasan industri dengan total luas lahan sebesar 65.532 hektare yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Sumatera. Dari 135 kawasan industri tersebut, 46% atau 30.464 hektare di antaranya sudah terisi oleh tenant industri.

Baca Juga: Kawasan Industri Hijau Murni Digarap Swasta

Menperin mengemukakan, pemerintah mengupayakan pemerataan pembangunan industri dengan mengakselerasi pembangunan kawasan industri melalui fasilitasi pengembangan 27 kawasan industri yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024 dan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Tantangan pembangunan kawasan industri ini perlu bersama-sama dikawal untuk menangkap peluang investasi baik dari luar dan dalam negeri,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, kewajiban bagi industri untuk berlokasi di kawasan industri, telah memberikan peran dan tanggung jawab yang sangat besar kepada para pengelola kawasan industri untuk menciptakan dan menjaga iklim investasi yang kondusif di kawasan industri.

Upaya itu antara lain melalui pemberian fasilitasi perizinan, hubungan industrial, penyediaan utilitas, infrastruktur, dan layanan pendukung industri lainnya.

“Investasi yang dipersiapkan oleh pengelola kawasan industri tersebut turut meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia khususnya di ASEAN untuk menarik minat investor menanamkan modal,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini