JAKARTA - Indonesia dan Jepang resmi menjalin kerja sama strategis untuk membangun bisnis sewa pesawat melalui pembentukan dana investasi bernilai awal sekitar USD800 juta atau setara Rp13,5 triliun. Kolaborasi ini melibatkan Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital, dan Mandiri Investment Management dalam pengembangan Mandiri Aviation Leasing Fund.
Kerja sama ini menjadi tonggak baru bagi Indonesia untuk masuk ke industri global leasing pesawat, yang selama ini didominasi oleh pemain internasional. Melalui skema ini, Indonesia tidak hanya menjadi pasar penerbangan, tetapi juga mulai berperan sebagai pemilik aset dan penyedia pembiayaan di sektor tersebut.
Secara sederhana, dana ini akan menghimpun investasi untuk membeli pesawat yang kemudian disewakan kepada maskapai penerbangan. Pendapatan dari sewa tersebut akan menjadi sumber imbal hasil bagi para investor.
Dalam struktur kemitraan, Danantara Investment Management berperan sebagai investor jangkar yang memberikan fondasi awal bagi pengembangan dana. Sementara itu, Mandiri Investment Management bertanggung jawab dalam pengelolaan dana dan struktur investasi, sedangkan SMBC Aviation Capital menyediakan keahlian teknis dan operasional dalam bisnis leasing pesawat, termasuk pemilihan aset dan pengelolaan kontrak dengan maskapai global.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, kemitraan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di ekosistem pembiayaan penerbangan global.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam ekosistem pembiayaan aviasi global, sekaligus membangun kapabilitas nasional melalui platform kelas dunia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (2/4/2026).