Share

Industri Pengolahan Nonmigas Tumbuh 3,6% di 2021

Antara, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 320 2543721 industri-pengolahan-nonmigas-tumbuh-3-6-di-2021-4NSWn2W8vD.jpg Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian yang memastikan industri bisa memperoleh bahan baku melalui neraca komoditas.

"Strategi pemenuhan bahan baku bagi industri juga harus menjadi perhatian di masa lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi sekarang, agar industri tetap berproduksi memenuhi permintaan ekspor dan dalam negeri," ujar Menperin dikutip Antara, Senin (7/2/2022).

Menurut laporan BPS, industri pengolahan masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi bagi ekonomi pada tahun lalu.

Salah satu penopang utama adalah produksi mobil yang tumbuh hingga 62,56%, kemudian produksi motor tumbuh sebesar 34,41%, dan produksi semen tumbuh 7,04%.

Agus menambahkan, sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional. Hal ini salah satunya tercermin dari perannya dalam memberikan kontribusi paling besar pada struktur produk domestik bruto (PDB) nasional.

"Kami sangat mengapresiasi pelaku industri manufaktur yang konsisten menjadi kontributor terbesar di antara sektor ekonomi lainnya," ungkap Agus. Pada triwulan IV 2021, sumbangsih sektor industri terhadap PDB nasional mencapai 18,80% dan tumbuh 4,92% (y-o-y).

Kinerja gemilang lainnya juga ditunjukkan sektor industri manufaktur, yang terus memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional.

Nilai ekspor industri manufaktur pada 2021 sebesar USD177,10 miliar atau menyumbang hingga 76,49% dari total ekspor nasional.

Capaian tersebut melampaui nilai ekspor manufaktur sepanjang pada 2020 sebesar Rp131 miliar dan bahkan lebih tinggi dari capaian ekspor pada 2019 yang berada di angka Rp127,38 miliar.

Sementara itu, realisasi investasi di sektor manufaktur pada 2021 tercatat sebesar Rp325,4 triliun atau naik 19,24% dari nilai investasi pada 2020.

Pada aspek ketenagakerjaan, sektor industri manufaktur menunjukkan pemulihan dari segi penyerapan tenaga kerja.

"Seiring dengan bangkitnya sektor industri pengolahan dari dampak pandemi, ada tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,2 juta orang di tahun 2021 sehingga jumlah total tenaga kerja di sektor ini kembali meningkat ke angka 18,64 juta orang," ujar Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini