Walaupun memiliki kondisi finansial yang dibilang kuat sekalipun, lambat laun keuangan akan tetap porak-poranda jika Anda tidak bisa mengontrol gaya hidup. Jika penghasilan selalu habis tak bersisa untuk memenuhi gaya hidup yang boros, Gen Z tidak akan memiliki sisa dana untuk dijadikan tabungan ataupun dana darurat. Alhasil, saat kebutuhan atau masalah keuangan mendesak muncul, Gen Z tidak mampu mengatasinya sehingga terpaksa untuk mengajukan pinjaman uang.
Beberapa kebiasaan yang sering kali menguras keuangan Gen Z adalah nongkrong di tempat yang terlampau fancy, atau memenuhi kebutuhan dengan belanja online karena alasan gengsi semata.
2. Ketergantungan Akan Layanan Kartu Kredit
Selain sulit mengontrol gaya hidup, kebiasaan menggunakan kartu kredit pada setiap transaksi juga bisa memicu masalah keuangan pada Gen Z. Perlu dipahami jika pemakaian kartu kredit saat berbelanja mampu membengkakkan tagihan melalui bunga serta biaya layanan.
Belum lagi jika kartu kredit ternyata digunakan untuk membeli barang atau kebutuhan yang sifatnya konsumtif dan tidak terlalu mendesak diperlukan. Tidak butuh waktu lama Anda akan menyadari bahwa kebiasaan tersebut memberi pengaruh buruk terhadap kondisi keuangan dengan beban cicilan yang semakin menggunung.