Share

Amerika Larang Warganya ke Indonesia, Bakal Berdampak ke Ekonomi?

Athika Rahma, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 320 2547533 amerika-larang-warganya-ke-indonesia-bakal-berdampak-ke-ekonomi-8PKkLZ6Mje.jpg Amerika Serikat larang warganya ke Indonesia. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) meminta warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia.

Hal itu disebut dalam dokumen travel advisory (nasihat perjalanan) yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS, Indonesia masuk ke level 4 dengan catatan "Do Not Travel" atau "Jangan Bepergian".

Disebutkan, kasus Covid-19 di Indonesia sedang meningkat sehingga risiko tertular virus cukup besar.

Lantas, apakah larangan perjalanan AS ini berpengaruh kepada perekonomian di sektor pariwisata?

"Bagi kami, sebenarnya Amerika Serikat tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap target wisatawan mancanegara (wisman), karena pada tahap awal kita tidak menyasar long haul, tapi yang dekat dan moderate," ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar dalam diskusi virtual, Selasa (15/2/2022).

 BACA JUGA:Dongkrak Pariwisata, Sandiaga Siap Hadirkan Event F1 Boat Race di Danau Toba

Lanjutnya, saat ini kondisi perjalanan dari AS ke Indonesia belum memungkinkan dilakukan, apalagi belum ada penerbangan yang tersedia dari dan ke sana.

Namun, dirinya menitiberatkan kepada pengaruh wisman asal China terhadap target ekonomi tahun ini.

"China masih melarang itu karena China outbondnya sangat besar dan itu mempengaruhi pariwisata seluruh dunia," kata perempuan yang akrab disapa Nike tersebut.

 BACA JUGA:Sandiaga Uno Targetkan 280 Juta Wisatawan pada 2022, Begini Strateginya

Adapun, tahun ini Kemenparekraf menargetkan sekitar 1,6 hingga 3,6 juta wisman menyambangi Indonesia.

Peningkatan jumlah wisman ditopang oleh gelaran event-event internasional seperti MotoGP dan KTT G20.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini