Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Minyak Sawit Mentah Naik Gegara Kebijakan DMO Indonesia

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2022 |14:56 WIB
Harga Minyak Sawit Mentah Naik <i>Gegara</i> Kebijakan DMO Indonesia
Harga minyak sawit naik (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil) mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat (18/2/2022). Kenaikan harga minyak sawit dipicu ketatnya harga dan pasokan di sejumlah produsen utama.

Berdasarkan data bursa derivatif Malaysia hingga pukul 13:35 WIB, harga kontrak CPO bulan Maret 2022 naik 1,05% menjadi MYR6.030 per ton dari sebelumnya di MYR5.967.

Kontrak April 2022 melonjak 1,08% di MYR5.775 per ton dari sebelumnya di MYR5.713 per ton, sedangkan kontrak Mei 2022 naik 1,25% menjadi MYR5.576 per ton

"Kontrak CPO Mei 2022 dapat menguji resisten di MYR5.608 ringgit per ton. Apabila tembus, maka dapat menuju ke MYR5.676," menurut analisa Reuters, Jumat (18/2/2022).

Kepala Riset minyak nabati Sunvin Group Anilkumar Bagani mencermati uji coba biodiesel 40 atau B40 di Indonesia dan kebijakan kewajiban pemenuhan domestik atau domestic market obligation (DMO) memberi sentimen bullish bagi harga CPO.

"Ini terjadi mengingat kendala pasokan datang dari Indonesia sebagai eksportir terbesar CPO," kata Anilkumar, dilansir oleh Reuters.

Adapun peningkatan nilai ekspor CPO juga memberi dukungan terhadap harga. Menurut data kargo ekspor pada 1 - 15 Februari 2022 melonjak antara 11% dan 24% month-to-month.

Peningkatan harga kontrak CPO juga didukung oleh kontrak minyak sawit Dalian (DCPcv1) yang juga tengah naik 2,45%, sedangkan kontrak minyak kedelai menguat 0,66%. Sementara itu harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (BOcv1) turun -0,34%.

Harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak lainnya, karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement