Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mogok Produksi, Pedagang Tahu Tempe Jualan Daun Pisang

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 21 Februari 2022 |11:39 WIB
Mogok Produksi, Pedagang Tahu Tempe Jualan Daun Pisang
Pedagang tempe beralih berjualan daun pisang (Foto: MPI)
A
A
A

JAKARTAPengrajin tahu tempe mogok produksi karena mahalnya harga kedelai. Para produsen tahu tempa mogok produksi untuk beberapa hari ke depan.

Salah satu pedagang produk olahan kedelai bernama Zaki (28) mengaku sudah tidak berjualan tempe maupun tahu. Setidaknya hingga selesai masa mogok produksi tempe dan tahu.

"Biasanya berjualan, hari ini libur, karena kacang kedelainya naik, sudah hampir 3 bulan malah," ujar Zaki kepada MNC Portal, Senin (21/2/2022).

Zaki sendiri merupakan pedagang yang spesifik hanya menjual tempe dan tahu di Pasar Gardu, Jakarta Timur. Namun ketika para produsen produk olahan kedelai ini mogok produksi, praktis Zaki haru mencari sumber pemasukan baru.

Zaki menjelaskan saat ini hingga setidaknya selesai masa mogok produksi tempe dan tahu, dirinya berjualan daun pisang untuk menutup pendapatan hariannya ketika tidak berjualan tempe dan tahu.

"Sekarang berjualan daun (pisang), sudah itu saja," sambung Zaki.

Zaki berharap dengan adanya mogok produksi yang dilakukan ini dapat mengetuk pemerintah untuk segera mengambil tindakan menstabilkan harga kedelai yang menjadi bahan utama pembuatan tahu dan tempe.

"Harapannya berubah harga, biar harga kacangnya turun juga lah, normal lagi," tutur Zaki.

Pedagang lain asal Jakarta Timur, Zumiatun (60) mengatakan sengaja tidak menjual tempe dan tahu untuk saat ini. Alasannya untuk mengeluarkan modal yang lebih besar, di tengah kondisi pasar yang belum cukup pulih, terutama untuk serapan produk tempe dan tahu.

"Saya sebetulnya tidak mau mogok, saya istirahat dulu saja deh, dari pada modal ku habis, harganya mahal," pungkas Zumiatun.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement