Share

Konflik Rusia-Ukraina Bikin Industri Otomotif Dunia Lesu

Antara, Jurnalis · Rabu 02 Maret 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 320 2555417 konflik-rusia-ukraina-bikin-industri-otomotif-dunia-lesu-PupxNb9TKB.jpg Industri otomotif terdampak konflik Rusia-Ukraina (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Industri otomotif global akan melemah di 2022 akibat konflik antara Rusia dan Ukraina. Sebab, 40% dari paladium, salah satu bahan baku industri otomotif, di dunia dipasok oleh Rusia yang saat ini mendapatkan sanksi dari sejumlah negara sehingga aktivitas ekspornya berpotensi terhambat.

"Paladium ini merupakan input yang digunakan untuk industri otomotif dan juga pembuatan chip. Jadi in the long term, supply chain untuk industri ini bisa terpengaruh," kata Asisten Peneliti Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Lestary J Barany, Rabu (2/3/2022).

Apabila konflik kedua negara terus berlanjut yang diikuti dengan pembatasan ekspor komoditas dari Rusia, termasuk bahan baku untuk industri otomotif, harga produk otomotif dapat meningkat.

"Ada kemungkinan shock juga di supply chain, Rusia ini merupakan ekspor utama atau 40% dari ekspor paladium global itu berasal dari Rusia," jelasnya.

Pemerintah perlu mempersiapkan alternatif pemasok bahan baku industri otomotif sebagaimana dilakukan oleh Jerman dan Italia yang mencari diversifikasi dan mengurangi ketergantungan terhadap Rusia.

"Di sini Italia kembali pada batubara dan ini juga ada konsekuensi lainnya, karena kita mengingat bahwa energi dari batubara ini lebih tidak bersih dibanding dengan energi yang sebelumnya," ucap Lestary.

Meskipun dampak konflik antara Rusia dan Ukraina belum berdampak langsung terhadap perekonomian nasional, kondisi kedua negara perlu terus-menerus dipantau.

"Karena kita masih belum tahu seberapa dan berapa lama kondisi ini terjadi dan apa yang akan dilakukan secara persisnya oleh negara-negara lain," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini