Share

Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Dipastikan Tak Sampai Lebaran, Benarkah?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 08 Maret 2022 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 320 2558226 kenaikan-harga-cabai-dan-bawang-dipastikan-tak-sampai-lebaran-benarkah-mKpIyQHHQZ.jpg Harga cabai naik tak sampai lebarab. Benarkah? (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan memastikan kenaikan harga cabai dan bawang tidak sampai Lebaran.

Disebutnya, hal ini karena persoalan musim hujan yang berkepanjangan.

"Lebarannya maju 11 hari sementara musim hujannya berlanjut. Jadi petani nggak bisa panen. Cabai-cabai banyak busuk. Kalau musim hujannya berhenti di Februari, harga cabai nggak naik kaya sekarang," ujar Oke Nurwan saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (8/3/2022).

Kendati demikian, ia menjamin ketersediaan cabai dan bawang merah akan tercukupi. Artinya tidak terjadi kelangkaan menjelang hari raya besar.

 BACA JUGA:Harga Sembako Naik, Dustin Kok Malah Pamer Aksesoris dari Bawang dan Cabai? Hanya di Cross Check! iNews

"Puasa dan lebaran stok cabai dan bawang aman kok walaupun musim hujannya berlanjut di bulan ini," jelasnya.

Dalam mengatasi persoalan ini, Oke Nurwan mengaku sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian.

Karena mengingat cabai dan bawang masuk ke dalam hortikultura yang diproduksi banyak oleh petani lokal, maka Kementerian Perdagangan tidak bisa melakukan impor. Jadi mau tidak mau menunggu musim hujan berakhir.

"Dalam hal ini saya sudah komunikasikan kepada Kementan. Jadi ranahnya ke Kementan. Mau nggak mau tunggu musim hujannya lewat. Karena kan opsi impor nggak boleh, soalnya bawang-bawangan, cabai-cabaian kan hortikultura di mana petani lokal produksinya tinggi," paparnya.

Dia juga sudah berkoordinasi dengan dinas perdagangan di daerah untuk bisa menjaga ketersediaan bawang merah di tengah musim hujan yang berlanjut ini.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Disampaikannya, produksi bawang merah saat ini menurun 50 persen.

Seperti dijelaskan di awal, penurunan produktivitas itu lantaran turun hujan yang menyebabkan kebusukan pada bawang merah, sehingga harga jualnya mengalami kenaikan.

"Kalau sekarang karena musim hujan, produksi bawang merah jadi turun hingga 50 persen. Makanya harganya jadi naik. Kalau sekarang bawang sedikit di pasaran itu bukan karena menunda memetik tapi yang sekarang ditanam, namun yang bisa di produksi cuma 50 persen," terangnya.

 BACA JUGA:Mendag Sebut Tak Ada Kenaikan Harga Telur hingga Cabai, Ini Penjelasannya

Dia memastikan kenaikan harga cabai dan bawang merah ini hanya sampai pada akhir Maret ini.

Artinya, bulan April harga dua barang pokok tersebut sudah kembali normal.

"Pergeseran musim hujan ini memang lebih dari bulan Februari. Tapi nggak lebih dari bulan Maret. Jadi awal April harga sudah kembali normal," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini