JAKARTA - McDonald's Corp akan menutup sementara semua 847 restorannya di Rusia termasuk di lokasi Pushkin Square yang ikonik. Penutupan restoran McDonald's juga akan membawa kepentingan simbolis di Rusia, di mana lokasi pertama yang dibuka, di pusat kota Moskow pada tahun 1990, menjadi simbol kapitalisme Amerika yang berkembang saat Uni Soviet jatuh.
McDonald's mengatakan akan terus membayar gaji kepada 62.000 karyawannya di Rusia. Karena ukurannya yang besar dan jangkauan globalnya, rantai tersebut sering ditiru oleh merek lain jika mengambil sikap terhadap suatu masalah atau membuat perubahan operasional yang besar.
Baca Juga: French Fries Ukuran Large Tak Lagi Tersedia di McDonald's, Krisis Kentang?
"Jika mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu, maka mungkin yang lain akan mengikuti," kata konsultan waralaba internasional William Edwards.
"Tidak mungkin untuk memprediksi kapan kami dapat membuka kembali restoran kami di Rusia," kata CEO McDonald's Chris Kempczinski. "Kami mengalami gangguan pada rantai pasokan kami bersama dengan dampak operasional lainnya. Kami juga akan memantau situasi kemanusiaan dengan cermat," tambahnya.
Baca Juga: McDonald's Batasi Penjualan Kentang Goreng, Kenapa?
Paul Musgrave, seorang profesor ilmu politik Universitas Massachusetts, mengatakan penutupan McDonald's menunjukkan bagaimana pengenaan sanksi Barat yang cepat dan luas terhadap Rusia akan memiliki dampak ekonomi yang langgeng.
Dia juga mengatakan keputusan itu mematahkan teori bahwa hubungan bisnis pasti akan mengarah pada hubungan AS-Rusia yang lebih dekat. "Ini adalah akhir spiritual dari harapan bahwa ikatan komersial dengan sendirinya akan menopang integrasi politik."