Share

Pandemi Covid-19 Ganggu APBN Kini Ada Perang, Jokowi: Tambah Pusing Kita Semuanya

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 11 Maret 2022 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 320 2560021 pandemi-covid-19-ganggu-apbn-kini-ada-perang-jokowi-tambah-pusing-kita-semuanya-X9bO3dgLAQ.jpg Jokowi pusing pandemi Covid-19 hingga perang ganggu APBN. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa pemerintah sempat pusing dan kewalahan dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja negara Indonesia (APBN) karena melewati situasi yang tidak mudah saat ini.

"Tadi ibu menteri keuangan (Sri Mulyani) memberikan gambaran betapa sulitnya situasi saat ini, betapa tidak gampangnya mengelola APBN mengelola keuangan dalam situasi yang sangat ekstraordinari ini," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara dies natalis ke 46 UNS yang disiarkan secara daring, Jumat (11/3/2022).

Jokowi menyebut bahwa saat ini semua negara berada dalam situasi tidak mudah dari dampak yang dimunculkan beberapa hal.

 BACA JUGA:Pesan Jokowi pada Dies Natalis ke-46 UNS: Universitas Harus Lincah dan Cepat Belajar

Misalnya disrupsi kronis akibat revolusi industri 4.0, lalu pandemi Covid-19 dan perang antara Ukraina dan Rusia.

"Kita tahu dunia sekarang ini pada situasi yang tidak mudah, situasi yang tidak gampang semua negara merasakan, semua negara bukan hanya negara kita sulit sangat sulit kita dihadapkan sebelumnya pada disrupsi kronis akibat revolusi industri 4.0 dan semua negara tergagap -gagap dihantam lagi disrupsi akut karena pandemi yang tidak kita duga-duga. Tambah pusing kita semuanya, semua negara tambah pusing semuanya, pusingnya belum reda tambah lagi ada perang," jelasnya.

"Sudah bertubi-tubi, betapa sekali lagi pengelolaan yang tadi disampaikan betapa sangat sulitnya, ekonomi betapa sangat sulitnya," tambahnya.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi Sebut Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe Kombinasi yang Sangat Baik

Namun, Jokowi mengatakan, pihaknya berhasil menjalani dan mengelola keuangan dengan baik meski melewati berbagi tantangan dibandingkan negara-negara lain.

"Artinya apa? Masa depan global semakin penuh dengan ketidakpastian," bebernya.

(ZWD)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini