JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan, Indonesia kini menjadi kesayangan investor. Hal ini ditunjukkan dengan realisasi investasi.
Saat ini Pemerintah terus mendorong sejumlah kemajuan investasi dari sejumlah sektor demgan program yang digagas bersama dengan Kementerian Investasi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan total 47 proyek.
“Ya tadi acara peluncuran sejumlah investasi di Indonesia, saya kira sudah berjalan dengan bagus sistem kita sudah makin bagus tapi bertahap dan terus berlangsung secara baik ada yang meski harus diperbaiki tapi tentu ini juga harus diperbaiki sana sini ya. Tadi dipaparkan Bahlil (ada 47 proyek),” kata Luhut di Jakarta, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga: Singapura Jadi Investor Terbesar, Bahlil Sebut Banyak Uang Orang Indonesia
Dari 47 proyek yang dicanangkan banyak dari proyek tersebut yang potensial dan sangat mendorong kemajuan Indonesia, salah satunya adalah kawasan green industry di Kalimantan Utara.
“Kaltara itu aja USD132 miliar dan itu baru satu dan juga dari iron style itu USD100 miliar juga, kita tuh sekarang jadi ‘darling’ bagi orang yang ingin berinvestasi dari 2020-2021 angka investasi terus naik,” jelasnya.
“Kalau yang Kaltara kan itu udah, turunan dari nikel ini banyak industrinya nah sekarang kuta terus tawarkan kepada seluruh orang atau negara yang ingin berinvestasi,” sambungnya.
Semenjak pandemi Covid-19, pemerintah mengklaim bahwa kenaikan jumlah investasi di Indonesia terus meningkat dan nilai kur Rupiah masih terbilang stabil.
“Jika kalau orang bilang utang Indonesia sana sini, semua negara di dunia aja memiliki utang kita masih termasuk kecil 40% dari PDB,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.