Share

4 Fakta Kaji Edan yang Dikaitkan Kekayaan Juragan 99

Tim Okezone, Okezone · Senin 21 Maret 2022 03:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 20 320 2564855 4-fakta-kaji-edan-yang-dikaitkan-kekayaan-juragan-99-w0kbP6Vzkk.JPG Fakta kaji edan (Foto: Youtube Kuy Entertainment)

JAKARTA - Nama Onny Hendro Adhiaksono alias Kaji Edan ramai diperbincankan masyarakat. Bahkan nama Kaji Edan sempat dikaitkan dengan  sosok crazy rick Juragan99.

Onny Hendro Adhiaksono disebut sebagai pemilik jet 99 yang dipamerkan Juragan99. Lantas siapa sebenarnya Onny Hendro Adhiaksono?

Berikut adalah fakta mengenai Onny Hendro Adhiaksono atau Kaji Edan yang dirangkum Okezone, Senin (21/3/2022).

1. Sultan Jagakarsa

Onny Hendro Adhiaksono atau yang dikenal sebagai Kaji Edan disebut sebagai Sultan Jagakarsa. Hal itu karena Kaji Edan tinggal di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Diketahui, Kaji Edan memiliki rumah yang mewah dan luas. Hal ini terlihat dari kanal YouTube KUY Entertainment pada Juli 2020 lalu.

2. Koleksi Motor Gede

Kaji Edan juga senang koleksi sepeda dan motor gede.

Salah satu sepeda Bropton S6R Lagoon Blue itu diungkap dalam video tersebut harga Rp150 juta.

Adapun satu sepeda milik Kaji Edan yang hanya ada 5 di dunia berjenis Softride Power Wing 700 dengan harga Rp250 juta.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

3. Punya Kebun Binatang

Kemudian, ada Honda DN-01 seharga Rp211 juta. Serta ada juga motor gede bermerek BMW R 1200 GS dengan harga Rp692 juta.

Tak hanya koleksi motor, Kaji Edan pun membuat kebun binatang di rumahnya.  Kebun Binatang itu diisi beragam jenis hewan seperti burung, rusa dan lain-lain dia buat di halaman rumahnya.

4. Kasus E-ktp

Selain itu, nama Kaji Edan juga sempat dikaitkan dengan keterlibatannya dalam skandal kasus korupsi mega proyek E-KTP yang menjerat manatan ketua DPR Setya Novanto.

Untuk tuduhan keterlibatan dengan kasus mega proyek E-KTP kaji edan mengatakan datang ke persidangan hanya memenuhi panggilan sebagai saksi atas kasus tersebut.

"Masalah E-KTP, Alhamdulillah saya hanya diperlukan oleh aparat penegak hukum sebagai SAKSI guna membantu mereka mengungkap fakta & kebenaran kasus tersebut," lanjut Kaji Edan.

"Siapapun yg teribat merugikan keuangan negara untuk kepentingan diri sendiri atuapun orang lain pasti akan ditindak, Insya Allah dan Alhamdulillah tidak serupiahpun dana E-KTP melalui diri saya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini