Share

Minyak Goreng Curah Langka, Kemenperin: Masih dalam Perjalanan

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 28 Maret 2022 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 320 2568910 minyak-goreng-curah-langka-kemenperin-masih-dalam-perjalanan-H2vH6lO5PN.jpeg Kemenperin sebut minyak goreng curah sedang dalam perjalanan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjanjikan pasokan minyak goreng curah aman selama Ramadan.

Saat ini proses pendistribusian tengah dikirimkan secara bertahap. Dengan demikian, masyarakat tak perlu khawatir adanya kelangkaan stok.

"Kita mengupayakan, sebelum Ramadan dan Idul Fitri, minyak goreng curah sudah sampai ke masyarakat. Saat ini masih dalam perjalanan," kata Direktur Jenderal Industri Argo Kemenperin, Putu Juli Ardika melalui keterangan resmi, Senin (28/3/2022).

Kemudian, terkait penerapan aturan baru minyak goreng sawit (MGS) curah, Putu menyampaikan bahwa Kemenperin tengah merealisasikannya.

Di mana, saat ini, pemerintah tengah berupaya mengubah pendekatan.

"Kita sedang bekerja, mohon diberikan waktu untuk merealisasikan kebijakan-kebijakan yang pendekatannya ke industri," ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah merombak total kebijakan terkait minyak goreng sawit (MGS) curah. Dari yang semula berbasis perdagangan menjadi kebijakan berbasis industri.

Hal itu dilakukan karena kebijakan MGS curah berbasis perdagangan terbukti tidak efektif menjaga pasokan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Harga MGS bagi masyarakat, pelaku usaha mikro, dan usaha kecil pun tidak stabil.

Dengan kebijakan berbasis industri, pemerintah berharap bisa mengatur bahan baku, produksi, dan distribusi MGS curah dengan lebih baik. Dengan begitu, pasokannya selalu tersedia dengan harga yang sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Kebijakan berbasis industri ini juga diperkuat dengan penggunaan teknologi digital Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah). Sistem ini diharapkan bisa memperketat pengelolaan dan pengawasan.

 BACA JUGA:Minyak Goreng Curah Rp14.000 Langka, Pedagang: Menyakitkan

Kebijakan MGS berbasis industri ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No 8 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk Kebutuhan Masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Permenperin tersebut mengatur proses bisnis program MGS curah subsidi mulai dari registrasi, produksi, distribusi, pembayaran klaim subsidi, larangan, dan pengawasan.

Pada tahap registrasi, semua perusahaan industri minyak goreng sawit diwajibkan untuk mendaftar dalam keikutsertaan program. Terdapat 81 perusahaan industri yang wajib mengikuti dan berpartisipasi dalam program ini.

Kemenperin mewajibkan semua industri MGS mendaftar melalui SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional). Kemenperin juga menegaskan bahwa perusahaan industri yang tidak mendaftar, akan dikenai sanksi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini