JAKARTA - Potensi nilai ekonomi digital di Indonesia diperkirakan mencapai Rp4.500 triliun hingga 2030 mendatang. Menteri BUMN Erick Thohir pun khawatir potensi pasar digital dalam negeri dimonopoli bangsa lain.
Untuk menghindari kapitalisasi asing terhadap market digital di Tanah Air, Erick meminta perusahaan pelat merah mendorong generasi muda mengambil peran dalam ekosistem teknologi.
BACA JUGA:Harga Pertamax Naik 1 April, Erick Thohir: Besok Ada Waktunya
Peran ini berupa memfasilitasi ide kreatif milenial yang direalisasikan dalam satu platform digital.
"Tadi, kita punya ekosistem lebih besar buat digitalisasi ini. Ingat, pangsa kita itu Rp4.500 triliun sampai 2030. Sayang sekali market yang besar ini diambil orang lain. Nah, ini makanya kita dorong anak-anak muda Indonesia untuk mengisi," ungkap Erick saat ditemui di kawasan Senayan City, Jakarta, dikutip Jumat (1/4/2022)
Erick meyakini ide kreatif anak muda mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru atau ekonomi digital.
Menurutnya, Indonesia tak cukup hanya mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDM), tapi juga memperkuat ekosistem digital.
Dengan kata lain, pertumbuhan makro ekonomi Indonesia juga berdasarkan capability bangsanya. Karena itu harus dorong.
"Ide-ide kreatif ini kita jaga untuk sebagai pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Kita tidak mungkin berdasarkan hanya sumber daya alam saja. Tapi knowledge based economy jadi penting ke depan," katanya.