Share

Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Investor Khawatir Pasokan Menipis

Antara, Jurnalis · Selasa 05 April 2022 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 05 320 2573287 harga-minyak-dunia-naik-tajam-investor-khawatir-pasokan-menipis-qk3pzQBvo4.jpeg Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak dunia naik tajam lebih dari tiga% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak dunia naik karena investor khawatir tentang pasokan yang lebih ketat karena meningkatnya kematian warga sipil di Ukraina.

Kekhawatiran itu menyusul meningkatnya tekanan terhadap negara-negara Eropa untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi pada sektor energi Rusia.

Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni melonjak USD3,14 atau 3%, menjadi menetap di USD107,53 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei bertambah USD4,01 atau 4%, menjadi ditutup di USD103,28 per barel.

Perdagangan bergejolak dengan kedua kontrak acuan menguat setelah turun lebih dari satu dolar AS.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pendukungnya akan "merasakan konsekuensi" dari peristiwa di Bucha, di luar ibu kota Kyiv, di mana kuburan massal dan mayat terikat ditembak dari jarak dekat ditemukan.

Sekutu Barat akan menyetujui sanksi lebih lanjut terhadap Moskow dalam beberapa hari mendatang, katanya, meskipun waktu dan jangkauan paket baru itu belum jelas.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan sanksi terhadap minyak dan batu bara, menambahkan ada "petunjuk yang sangat jelas yang menunjukkan kejahatan perang" oleh pasukan Rusia.

Sejak invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, sanksi dan penghindaran pembeli terhadap minyak Rusia telah mengurangi produksi dan meningkatkan kekhawatiran pasokan yang lebih ketat.

"Ketika AS dan Uni Eropa mengurangi pembelian minyak Rusia, itu membuat China dan India sebagai pelanggan utama yang tersisa dan banyak kilang di negara-negara itu mungkin enggan membeli minyak Rusia, karena hubungan masyarakat negatif yang terkait," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Minyak mentah anjlok sekitar 13% minggu lalu, setelah Presiden Joe Biden mengumumkan rekor pelepasan cadangan minyak AS, dan ketika anggota Badan Energi Internasional berkomitmen untuk lebih lanjut memanfaatkan cadangan. Minyak mentah Brent mencapai 139 dolar AS bulan lalu, tertinggi sejak 2008.

Sementara itu, produsen minyak negara Arab Saudi Aramco menaikkan harga jual resmi Mei ke Asia untuk minyak mentah Arab Light andalannya, menurut dokumen harga yang dilihat oleh Reuters.

"Itu menunjukkan permintaan minyak masih sangat kuat, dan dengan melakukan itu akan menguras pasokan minyak dari Amerika Serikat dan membuat pasokan lebih ketat," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini