Share

Terjebak Rutinitas Pekerjaan? Simak Ajaran Nabi Muhammad SAW

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 11 April 2022 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 09 455 2576096 terjebak-rutinitas-pekerjaan-simak-ajaran-nabi-muhammad-saw-ImJTUyMEhU.jpg Ajaran Nabi Muhammad SAW. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Banyak pekerja yang sering merasa dirinya terjebak dalam rutinitas pekerjaan sehingga membuat daya tahan tubuhnya menurun.

Hal itu kerap terjadi karena adanya tekanan yang datang kepada si pekerja.

Namun, sebagai seorang pekerja di dalam perusahaan, tentu kita harus bisa memiliki sikap profesionalisme.

 BACA JUGA:Ini Konsep Pasar ala Nabi Muhammad SAW

Jangan sampai hal-hal negatif itu mempengaruhi produktivitas kerja sehingga mengecewakan atasan.

Melansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad SAW karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Minggu (10/4/2022), di mana dalam sebuah profesionalisme seorang bawahan, secara teknis adalah mengikuti apa yang diperintah oleh atasan mereka.

Tercatat dalam al-Quran secara tegas diperintahkan untuk taat pada perintah pemimpin, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri (seorang pemimpin yang berwenang menangani urusan-urusan kamu) di antara kamu." (QS. an-Nisa [4] : 59)

Tapi, kerap ada karyawan terpaksa mengikuti apa yang diinginkan oleh atasan walaupun sebetulnya dia tidak mengerti arah dan tujuan yang dimaksud atau apa yang sesungguhnya dibicarakan atasannya. Hal ini bisa menyebabkan dia merasa terjebak pada sebuah rutinitas pekerjaan yang membosankan dan tidak menimbulkan semangat dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Diketahui, Hasan ibn Ali meriwayatkan bahwa Rasul bersabda, "Tinggalkanlah apa-apa yang meragukanmu dan berbaliklah kepada apa-apa yang tidak meragukanmu. Kebenaran adalah ketenangan, dan kepalsuan adalah keragu-raguan". (Ahmad, Tirmidzi, Nasa'I dan Darimy).

Ada sebuah dilema yang selalu mengiringi sikap ini, terhadap keberlangsungan karier. Logikanya seseorang akan berpikir, "Bagaimana saya akan dapat promosi kalau saya terus mengkritik kebijakan yang diambil oleh perusahaan? Saya akan dapat promosi dengan bekerja sejalan dengan pemikiran direksi".

Karena sebenarnya, seorang karyawan juga tak harus terus mengikuti keinginan atasannya.

Namun, harus mampu bersikap kritis atas kebijakan-kebijakan atau keputusan-keputusan yang diambil oleh pihak perusahaan.

Hal-hal seperti itu perlu dilakukan, dan tidak dimaksudkan untuk memberontak atau bahkan menjilat tetapi benar-benar demi kemajuan perusahaan.

Maka dari itu, seorang pemimpin pun dituntut memberi petunjuk kepada bawahan mereka ketika mengerjakan sebuah pekerjaan.

Bagi seorang pemimpin yang profesional harus mengerti dan meyakini dengan benar semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut.

 BACA JUGA:Kisah Nabi Muhammad SAW saat Hadapi Krisis Ekonomi

Terakhir, dari Ma'rur bin Suwaid Ra, berkata Rasulullah SAW pada Abu Dzar, "Janganlah kamu beri tugas melebihi batas kemampuan mereka (hamba sahaya). Jika akan kamu tugaskan juga, hendaklah kamu bantu dia." (HR. Muslim).

Terkait pentingnya pemimpin untuk memberi pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan kemampuan karyawannya.

Kalau suatu saat karyawan dapat pekerjaan yang di luar batas, maka atasan harus ikut membantunya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini