Share

Menang di Pilpres Filipina, Intip Kekayaan Keluarga Ferdinand Marcos Jr! Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih

Viola Triamanda, Jurnalis · Selasa 10 Mei 2022 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 320 2591895 menang-di-pilpres-filipina-intip-kekayaan-keluarga-ferdinand-marcos-jr-anak-diktator-yang-jadi-presiden-terpilih-FSUP0YQofq.jpg Sumber Kekayaan Keluarga Ferdinand Marcos Jr (Foto: Reuters)

JAKARTA - Mengintip harta kekayaan keluarga Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr. Ferdinand dinyatakan unggul telak dalam penghitungan awal pemilihan presiden Filipina yang berlangsung pada Senin 9 Mei 2022 waktu setempat.

Marcos Jr. Ferdinand lahir pada 13 September 1957. Dia seorang politikus Filipina yang aktif serta menjabat sebagai senator dari 2010 hingga 2016.

Dunia politik sudah akrab dengannya sejak muda, mengingat ayahnya diktator Ferdinand Marcos Sr pernah menjabat sebagai Presiden Filipina.

Saat berusia 23 tahun, Ferdinand menjadi wakil gubernur Ilocos Norte, dan mencalonkan diri dengan Partai Kilusang Bagong Lipunan ayahnya, yang memerintah Filipina dengan darurat militer pada saat itu.

Baca Juga: Putra Diktator Ferdinand Marcos Raih Kemenangan Telak di Pilpres Filipina

Dia kemudian menjadi gubernur Ilocos Norte pada 1983, dia memegang jabatan itu sampai keluarganya digulingkan dari kekuasaan oleh Revolusi Kekuatan Rakyat dan melarikan diri ke pengasingan di Hawaii pada Februari 1986.

Masa pimpinan Marcos Sr dinilai sangat kejam.

Dia memimpin pemerintahan militer dengan kebrutalan yang tidak biasa seperti membubarkan Kongres, membungkam media, dan menggunakan tentara untuk menyiksa dan membunuh ribuan warga.

Lawan politiknya saat itu, Benigno Aquino berniat kembali ke Filipina untuk memulihkan pemerintahan, namun dia dibunuh di landasan bandara utama Manila.

Marcos dan istrinya, Imelda menjadi sangat kaya raya dengan cara menyedot uang negara.

Mereka mengoleksi rumah mewah serta lukisan-lukisan mewah. Berbagai sepatu mewah rancangan desainer ternama beserta perhiasan mewah turut dikoleksi oleh sang istri.

Di saat kepala negara dibanjiri kemewahan, masyarakat Filipina justru berjuang mencari pekerjaan. Tingkat pengangguran melonjak hingga mencapai angka 23%.

Masyarakat yang muak kemudian mengepung istana presiden dan menuntut agar Marcos turun dari jabatannya. Setelah berkonsultasi dengan senatornya, Marcos dan 90 anggota rombongannya menaiki pesawat angkut C-141 Angkatan Udara AS dan terbang ke Hawaii.

Menurut laporan di Guardian dan Washington Post, mereka membawa beberapa barang penting, termasuk uang tunai USD7 juta dan permata serta 24 batang emas murni, namun beberapa perhiasan tersebut hanya sebagian kecil dari aset yang telah mereka miliki.

Korupsi yang dilakukan oleh Ferdinand Marcos diakui oleh Guinness World Records sebagai “perampokan terbesar pemerintah.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini