Share

Tarif KRL Naik Jadi Rp5.000, Wacana Lama sejak 2018

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 08:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 320 2592797 tarif-krl-naik-jadi-rp5-000-wacana-lama-sejak-2018-G1kbmB0tQg.jpg Tarif KRL naik ternyata wacana lama sejak 2018. (Foto: Okezone)

JAKARTA — Tarif KRL Commuter Line dikabarkan akan mengalami kenaikan setelah Lebaran 2022.

Hal ini pun mengundang Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai kebijakan dari kenaikan hrga KRL harus segera direalisasikaa.

Dia menyebut Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) harus segera membahasnya lagi.

“Itu kenaikan harga KRL kan adalah wacana lama yang belum terlaksana dan terealisasi, sebenarnya dari 2018 sudah mau dinaikkan, harusnya juga segera di realisasikan tak perlu di tunda-tunda lagi,” ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (12/5).

 BACA JUGA:Tarif KRL Resmi Naik Jadi Rp5.000, Kemenhub: Tinggal Tunggu Waktu Tepat

Djoko mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah survei kepada pengguna KRL yang menyatakan tak keberatan dengan naiknya harga Tarif KRL yang baru.

“Saya lupa angka berapa persennya tapi intinya mayoritas masyarakat tidak apa-apa. Intinya kan subsidi itu untuk yang bekerja commuter. Secara umum UMP setiap tahun naik, kalau pun ada yang keberatan atau tidak mampu masyarakat bisa mengusulkan dari RT atau RW setempat. Sekarang lebih mudah,” urainya.

Adapun Usulan kenaikan tarif KRL yang akan naik adalah tarif dasar sejauh 25 kilometer (km) untuk perjalanan pertama KRL dan tarif KRL bakal naik Rp2.000.

Di mana rencananya dinaikkan menjadi Rp5.000 dari sebelumnya Rp3.000.

 BACA JUGA:Tarif KRL Belum Naik, KCI: Masih Dibahas

“Disamping itu, beban pemerintah juga bisa berkurang dan subsidinya bisa dipakai tempat lain. Apalagi sekarang fasilitas sudah bagus di KRL, nyaman juga,” tambahnya.

Dengan begitu, pemerintah pun telah melakukan sejumlah Sosialisasi sudah dilakukan berkali-kali dari tahun 2018 dan harus segera direalisasikan.

“Saya mendukung, segera aja dinaikan, kalau lama gak direalisasikan akan jadi masalah lagi. Gak usah lama-lama agar masyarakat percaya dan tidak menganggap pemerintah main-main,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini