Bahkan, di masa depan, dunia akan mengalami banyak perubahan dalam pemanfaatan energi, salah satu pemanfaatan Nikel sebagai salah satu komponen vital sumber energi battere kendaraan listrik.
Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon mengatakan bahwa 4.700 hektare kawasan industri ini akan dibangun bertahap.
BACA JUGA:Larang Ekspor Nikel hingga Bauksit, Jokowi Tak Takut Digugat WTO
“Kawasan industri ini ada seluas kira-kira 4.700 hektare,” beber Nurdin.
Dia menyebut pembangunan jangka pendek selesai tiga hingga lima tahun. Sementara selesai semuanya diperkirakan lebih dari tujuh tahun.
“Secara keseluruhan ini pasti akan agak lama ya. Jadi ini untuk jangka pendek tiga tahun ke depan, dan lima tahun. Kami harapkan semuanya sudah selesai tidak lama, tidak melebih enam tujuh tahun lah pembangunannya,” paparnya
“Jadi itu nanti terdiri dari untuk industrinya berapa, infrastrukturnya berapa, industri hulunya berapa, bagian pendidikan, rumah sakit, dan lain sebaginya akan dikelola oleh kawasan industri ini,” tambahnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.