Share

Harga Pertalite Rp7.650/Liter, Presiden Jokowi: Nahan Harga seperti Itu Berat

Raka Dwi Novianto, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599649 harga-pertalite-rp7-650-liter-presiden-jokowi-nahan-harga-seperti-itu-berat-qVBVWDRkAt.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pihaknya telah menahan agar harga BBM khususnya pertalite dan pertamax tidak naik besar-besaran.

Jokowi pun membandingkan harga BBM di negara-negara lain yang mengalami kenaikan.

"Bensin coba dilihat kenaikannya sangat tinggi sekali di negara-negara selain kita. Singapura sekarang harga BBM sudah Rp32 ribu, Jerman sudah diangka Rp31 ribu, Thailand Rp20 ribu. Kita ini, kita pertalite masih Rp7.650, pertamax Rp12.500 yang lain sudah jauh sekali kenapa harga kita masih seperti ini ya karena kita tahan terus. Tapi subsidi ini kan membesar-membesar," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan terkait Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di JCC, Jakarta, Selasa (24/5/2022).

"Sampai kapan kita bisa menahan ini, ini pekerjaan kita bersama-sama sehingga saya minta Kementerian lembaga pemerintah daerah sekali lagi memiliki sense yang sama berat nahan harga seperti itu berat," tambahnya.

Jokowi juga membandingkan harga beras di Indonesia dengan negara-negara lain yang sudah mengalami kenaikan hingga 60%.

"Beras di kita masih Rp10.700 di negara lain sudah naik segitu tingginya ada yang naik 30 persen ada yang sudah 40 persen ada yang sudah diatas 60 persen," jelasnya.

Jokowi menyebut jika dirinya tidak menahan kenaikan BBM hingga pangan, maka akan terjadi inflasi di Indonesia. Sama seperti dengan negara-negara lainnya termasuk Amerika dan Turki yang tengah mengalami inflasi.

"Dan inflasi larinya kalau sudah naik barang, naik naik naik naik artinya kenaikan inflasi pasti terjadi," katanya.

"Di Amerika itu gak pernah lebih dari 1 persen sekarang coba dilihat Amerika sudah diangka berapa 8,3 persen berapa kali lipat, Turki bahkan sudah mencapai hampir 70 persen bayangkan. Kita alhamdulillah masih di 3,5 persen patut kita syukuri tapi karena kita nahan pertalite nahan gas nahan listrik itu kita ikutkan ke harga ekonomian ya pasti inflasi kita akan mengikuti naik," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini