Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inflasi AS Ancam Indonesia, Bagaimana Cara Atasinya?

Michelle Natalia , Jurnalis-Rabu, 08 Juni 2022 |13:34 WIB
Inflasi AS Ancam Indonesia, Bagaimana Cara Atasinya?
Ilustrasi inflasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Inflasi di Amerika Serikat sudah mencapai 8% dan hal ini dikhawatirkan akan memicu naiknya suku bunga AS oleh The Fed.

Ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan bahwa kenaikan tingkat suku bunga AS atau The Fed Rate yang excessive atau berlebihan bisa 3-4 kali kenaikannya di tahun 2022.

Sehingga dapat memicu terjadinya resesi ekonomi.

"Hal ini karena terjadi kenaikan biaya bunga atau cost of fund bagi pelaku usaha, khususnya pelaku usaha yang memiliki rasio utang yang cukup tinggi, mereka akan kesulitan membayar pinjaman sementara tidak semua permintaan mengalami kenaikan. Belum semua permintaan mengalami kenaikan seperti di level pra-pandemi," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu(8/6/2022).

 BACA JUGA:Inflasi Capai 3,55%, Kekhawatiran Sri Mulyani Terjadi?

Dia menyebutkan, sudah terjadi disrupsi rantai pasok dan sebelumnya sudah ada konflik di Ukraina-Rusia yang mendorong kenaikan harga pangan dan energi.

Ini akhirnya menjadi beban bagi pemulihan ekonomi di hampir seluruh negara.

"Kenaikan suku bunga yang berlebihan juga akan memicu larinya modal asing secara masif terutama kembali ke aset-aset yang dinilai aman sehingga mereka akan mengurangi investasi di negara-negara berkembang atau emerging market. Situasi ini bisa berdampak ke pemulihan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5% bisa terkoreksi bahkan bisa kembali minus," ungkapnya.

Maka dari itu, perlu dipersiapkan dari sisi gelombang instabilitas moneter secara global.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement