Share

Bersih-Bersih BUMN, Erick Thohir: Tadinya Untung Rp13 Triliun, Sekarang Rp126 Triliun

Suparjo Ramalan, iNews · Jum'at 10 Juni 2022 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 320 2609370 bersih-bersih-bumn-erick-thohir-tadinya-untung-rp13-triliun-sekarang-rp126-triliun-YuNaz3rPr3.jpg Erick Thohir ungkap bersih-bersih BUMN bikin laba naik (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menilai langkah bersih-bersih perusahaan plat merah menghasilkan laba optimal. Menurut Erick laba bersih perusahaan pelat merah sebesar Rp126 triliun merupakan hasil 'bersih-bersih' dan transformasi BUMN

Bersih-bersih yang dimaksud berupa pencegahan tindak pidana korupsi di internal BUMN. Lalu, kinerja manajemen yang dinilai profesional dan transparan.

"Kami di Kementerian BUMN berupaya bersih-bersih diri, bekerja secara transparan, profesional, yang tadinya untungnya BUMN Rp13 triliun sekarang untungnya Rp126 triliun," ungkap Erick, Jumat (10/6/2022).

Dia memastikan laba bersih BUMN ini diperuntukan bagi kepentingan rakyat melalui program strategis pemerintah pusat.

"Keuntungan kita berikan kepada negara, supaya apa? Negara bisa terus membuat program yang pro rakyat," ungkapnya.

Pada 2020 lalu, Erick menuturkan kontribusi perusahaan pelat merah dalam bentuk dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperuntukkan untuk percepatan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Baca Juga: KKP Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp30 Miliar dari Tindak Penyelundupan BBL

Kontribusi BUMN kepada negara mencapai Rp377 triliun di 2020. Kontribusi ini digunakan mendukung program pemerintah. Khususnya, program jaring pengaman sosial saat pandemi Covid-19.

Contoh program pemerintah pro rakyat adalah adalah stimulasi listrik yang berlaku hingga Juni 2021 lalu. Dimana pemerintah melalui PT PLN (Persero) memberikan stimulus kepada pelanggan rumah tangga, industri, dan bisnis kecil dengan daya 450 VA.

"Contoh saat Covid pemerintah menggelontorkan yang namanya bantuan sosial, listrik 450 VA digratiskan pemerintah," kata dia.

Erick juga mengharuskan BUMN merumuskan program pro rakyat yang bersifat jangka panjang dan bukan jangka pendek. Bahkan, mengutuk keras program perusahaan yang tidak berdampak luas bagi kepentingan masyarakat, lantaran perumusan dan implementasinya setengah-tengah.

"Dalan merajut sebuah program, programnya harus berjalan jangka panjang, tidak bisa kita membuat program jangka pendek apalagi setengah-setengah, dan tidak baik juga membuat program yang tidak bisa konkrit dan tidak merasak hasilnya," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini